BANJARBARU, REDAKSI LINTAS.COM – Penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan kabut asap di Kalimantan Selatan (Kalsel) melibatkan berbagai pihak. Sejumlah Perwira Siswa (Pasis) Dikreg LVI Sesko TNI diturunkan khusus ke Kalsel untuk membantu penanganan karhutla di bumi Lambung Mangkurat ini.
Saat hari pertama kedatangan pada Minggu (30/8/2026) lalu, tim langsung mendapat pengarahan dari Danrem 101/Antasari, Brigjen TNI Ilham Yunus, S.Sos, M.Si terkait situasi wilayah Kalsel dan perkembangan karhutla di Kalsel
Berdasarkan pembagian sektor kewilayahan, Sesko TNI langsung melaksanakan penyuluhan dan peninjauan ke berbagai wilayah di Kalsel dengan kelompok-kelomlpok kecil yang terdiri dari 4-5 Pasis.
Yang menjadi fokus perhatian dari para perwira tinggi hingga perwira menengah TNI ini adalah penanganan karhutla yang memiliki dampak luas terhadap masyarakat, lingkungan, perekonomian, hingga aspek keamanan dan keselamatan wilayah.
Salah satu kegiatan yang dilakukan Pasis TNI di Kalsel adalah memberikan sosialisasi kepada masyarakat hingga kepada siswa-siswi di sekolah. Seperti yang dilaksanakan pada Rabu (2/9/2026) siang, sejumlah Pasis TNI melaksanakan sosialisasi di SMAN 5 Banjarbaru.
Sosialisasi yang diberikan mengenai karakteristik khusus lahan gambut di Kalimantan Selatan, di mana akar rumput saat musim kemarau dapat bertindak sebagai sumbu yang menjalar ke dalam tanah dan memicu kebakaran meluas.
“Tadi yang kami jelaskan, yang kami tekankan itu adalah hal-hal yang benar-benar implementatif. Jadi memberikan gambaran kenapa sih lahan gambut di Kalimantan ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan lahan gambut di daerah yang lain, sehingga membakar itu sangat berbahaya,” kata perwakilan Pasis TNI, Kolonel Inf Iman Widhiarto.
Tidak hanya di Banjarbaru, Tim Pasis Dikreg LVI Sesko TNI juga disebar ke berbagai daerah lain di Kalsel seperti Kabupaten Baritokuala (Batola), Tanahlaut (Tala), Tapin, dan Kabupaten Banjar.
“Jadi di Kalimantan saat ini ada empat tim besar yang disebar di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan. Di Kalimantan Selatan ini pun jumlahnya 23 orang dibagi menjadi lima tim lagi. Satu tim di Kota Banjarbaru, kemudian ada yang di Kabupaten Banjar, Tanahlaut, Tapin, dan Batola,” sebutnya.
Tidak hanya memberikan sosialisasi ke sekolah, sejak tiba di Kalsel, Tim Pasis TNI juga telah turun langsung ke lokasi karhutla seperti di kawasan Guntung Damar dekat ring 1 bandara di Banjarbaru dan beberapa kegiatan berdampak lainnya.
Kepala SMAN 5 Banjarbaru, Indriaty Ermayani, sosialisasi yang diberikan oleh Tim Pasis Dikreg LVI Sesko TNI sangat berguna untuk menambah pengetahuan bagi siswa di tengah tinggianya angka kejadian karhutla saat ini di Banjarbaru.
Menurutnya, para siswa menyambut kehadiran personil TNI dengan antusias. Dan kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan kepedulian siswa terhadap pencegahan serta bahaya kebakaran, baik di lingkungan rumah maupun sekolah.
“Kami berharap anak-anak kami menjadi lebih peduli dengan lingkungan sekitar mereka di rumah ataupun juga di sekolah tentunya tentang bahaya kebakaran pada saat ini,” kata Indriyaty.
Di sisi lain, salah seorang siswa SMAN 5 Banjarbaru, Rezeki Chelsea Lumban Gaol, mengatakan materi yang diberikan sangat menambah pengetahuannya terkait karhutla dan krakteristik lahan yang mudah terbakar.
“Saya menyadari bahwa karhutla itu bukan cuma fenomena biasa, tapi sebuah kesadaran buat kita supaya kita itu bisa berperan lebih aktif lagi supaya pemadaman karhutla ini bisa terus berkurang,” kata Rezeki. (YD/RL)










