BANJARMASIN, REDAKSILINTAS.COM – Pemerintah Kota Banjarmasin resmi membatalkan pelaksanaan Festival Jukung Hias Tanglong 2026.
Yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 25–26 September 2026 di kawasan Sungai Martapura, Siring Menara Pandang, Banjarmasin.
Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi sejumlah wilayah yang tengah dilanda bencana dan musibah, sebagai bentuk solidaritas serta kepedulian kemanusiaan terhadap masyarakat yang terdampak.
Pembatalan Festival Jukung Hias Tanglong 2026 disampaikan Pemerintah Kota Banjarmasin dengan penuh rasa prihatin dan empati atas sejumlah musibah yang terjadi, di antaranya bencana alam gempa bumi di Nusa Tenggara Timur, khususnya wilayah Flores, musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8, serta bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan yang hingga kini masih berlangsung.
Pemkot Banjarmasin menilai, di tengah situasi tersebut, penyelenggaraan festival yang bersifat hiburan dan keramaian perlu ditiadakan sebagai bentuk penghormatan dan solidaritas kepada para korban serta masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
“Dengan penuh rasa prihatin dan empati atas terjadinya bencana alam yang melanda Nusa Tenggara Timur, khususnya Flores, berupa gempa bumi serta musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8, dan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan yang hingga saat ini masih berlangsung, maka Pemerintah Kota Banjarmasin memutuskan untuk meniadakan atau membatalkan pelaksanaan Festival Jukung Hias Tanglong 2026,”
Keputusan pembatalan ini diharapkan dapat menjadi wujud nyata kepedulian Pemerintah Kota Banjarmasin terhadap saudara-saudara sebangsa yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana.
Festival Jukung Hias Tanglong selama ini menjadi salah satu kegiatan yang dinantikan masyarakat dan memiliki daya tarik tersendiri dalam rangkaian kegiatan budaya dan pariwisata Kota Banjarmasin.
Namun, kondisi kemanusiaan yang terjadi saat ini menjadi pertimbangan utama sehingga pelaksanaan kegiatan tersebut harus dibatalkan.
Pemerintah Kota Banjarmasin juga menyampaikan doa dan harapan agar seluruh korban serta masyarakat yang terdampak berbagai musibah tersebut senantiasa diberikan keselamatan, kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi situasi yang terjadi.
“Mudah-mudahan seluruh korban dan masyarakat yang terdampak diberikan keselamatan, ketabahan, serta kekuatan dalam menghadapi cobaan ini,”
Pemkot Banjarmasin.
Pembatalan Festival Jukung Hias Tanglong 2026 menjadi bentuk solidaritas dari Kota Banjarmasin. Di tengah semangat menjaga tradisi dan kebudayaan daerah, rasa kemanusiaan terhadap sesama yang sedang tertimpa musibah menjadi pertimbangan yang dikedepankan. (Agus Supardi)






