BANJARBARU, REDAKSI LINTAS.COM – Korem 101/Ant menyalurkan sebanyak 500 Alat Pelindung Diri (APD) bagi personel TNI dan relawan yang terlibat dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan.
Penyerahan APD dipimpin langsung Danrem 101/Ant Brigjen TNI Ilham Yunus, S.Sos., M.Si., yang diwakili Kasrem 101/Ant Kolonel Inf Roy Fakhrul Rozi, S.E., M.I.Pol., di Mako Denzipur 8/GM, Banjarbaru, Senin (7/9) pagi.
Kolonel Inf Roy Fakhrul Rozi, mengatakan, bantuan tersebut merupakan dukungan dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI untuk menunjang keselamatan personel yang berada di lapangan, khususnya dalam penanganan Karhutla di wilayah Kalimantan Selatan.
“APD ini kami distribusikan untuk mendukung penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan yang saat ini terjadi, khususnya di wilayah Banjar dan Banjarbaru,” ujarnya.
Menurutnya, keselamatan harus menjadi prioritas bagi seluruh personel maupun relawan yang berjibaku memadamkan api. Semangat untuk menuntaskan Karhutla, kata dia, tetap harus dibarengi dengan kewaspadaan terhadap risiko di lapangan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pimpinan dan Kemhan atas dukungan APD ini. Kami berharap alat ini dapat menjaga keselamatan seluruh personel, baik TNI maupun relawan,” katanya.
Kasrem menjelaskan, setiap paket APD dilengkapi sejumlah perlengkapan, di antaranya helm, masker dengan pelindung oksigen, baju APD, serta sepatu boot.
Ia menyebut kualitas perlengkapan tersebut cukup baik dan dirancang untuk mendukung personel saat bekerja di tengah kondisi berisiko.
“Pesan kami, semangat boleh, karena semuanya memiliki keinginan yang sama agar bencana Karhutla ini segera selesai. Tetapi jangan lupa, keselamatan adalah yang paling utama,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua EBR sekaligus perwakilan relawan, Sa’duddin, menyampaikan apresiasi atas bantuan APD tersebut.
Ia menyebut perlengkapan keselamatan sangat dibutuhkan para relawan karena ketersediaan APD di lapangan masih terbatas.
“Atas nama relawan se-Kabupaten Banjar dan Banjarbaru, kami mengucapkan terima kasih kepada Korem 101/Antasari dan Kemhan RI. APD ini sangat kami butuhkan karena kami masih kekurangan perlengkapan,” ujar Sa’duddin.
Terkait sinergi di lapangan, Sa’duddin menyebut koordinasi antara TNI dan relawan hingga saat ini berjalan solid.
“TNI dan relawan sangat solid. Yang kami harapkan, kita saling berkoordinasi dan berbagi informasi. Misalnya terkait lokasi, kemudian pembagian tugas di lapangan,” pungkasnya. (HY/RL)










