Bantu Cari Solusi Karhutla, Siswa Sesko TNI Audiensi dengan Bupati Barito Kuala

Bantu Cari Solusi Karhutla, Siswa Sesko TNI Audiensi dengan Bupati Barito Kuala

BARITO KUALA, REDAKSI LINTAS.COM — Upaya penanganan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kab. Barito Kuala terus mendapat perhatian berbagai pihak. Salah satunya Siswa Sesko TNI melakukan audiensi dengan Bupati Barito Kuala H. Bahrul Ilmi untuk menggali data, menyerap informasi, sekaligus mencari solusi terhadap persoalan Karhutla.

Audiensi berlangsung di Rumah Dinas Bupati Barito Kuala, Jl. Pangeran Antasari No. 01, Marabahan, Kamis (3/9). Tim Siswa Sesko TNI dipimpin Kolonel Inf Asep selaku Pembina dan Kolonel Mar Bondan W selaku Ketua Tim, bersama Kolonel Adm Kukuh S, Kolonel Arm Krisrantau, Kolonel Inf Ahmad Alam, Kolonel Inf Jemi Oktis Oil, serta Kolonel Inf Andi Afandi.

Rombongan diterima langsung oleh Bupati Barito Kuala Dr. H. Bahrul Ilmi, S.H., M.H., didampingi Dandim 1005/Barito Kuala Letkol Inf Anton Mahriadi, S.Sos., Kepala BPBD Barito Kuala Mirwan Efendi Siregar, S.T., serta perwakilan BPN Barito Kuala.

Dalam audiensi, Ketua Tim Siswa Sesko TNI menjelaskan bahwa kehadiran para Perwira Siswa Dikreg LVI Sesko TNI di Kalimantan Selatan merupakan bagian dari kegiatan penyuluhan dan pengumpulan data terkait Karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah.

“Kami datang ke Kalimantan Selatan untuk membantu penanganan Karhutla yang terjadi di beberapa wilayah. Kehadiran kami juga dalam rangka silaturahmi, mengambil data, mengajukan beberapa pertanyaan, serta mencari solusi dan upaya-upaya pencegahan karhutla,” ujar Kolonel Mar Bondan.

Ia menjelaskan, sejak tiba di Kalimantan Selatan, para Perwira Siswa Sesko TNI telah mendapatkan pengarahan dari Danrem 101/Antasari mengenai situasi kewilayahan dan perkembangan Karhutla.

Selanjutnya, para Perwira Siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari sekitar empat hingga lima orang untuk melaksanakan penyuluhan, peninjauan, serta pengumpulan data di sejumlah wilayah.

Selain Kab. Barito Kuala, kegiatan serupa juga dilaksanakan para Pasis Sesko TNI di wilayah Tanah Laut, Tapin, Kab. Banjar, dan sejumlah daerah lainnya di Kalimantan Selatan.

Khusus di Barito Kuala, tim telah turun langsung ke sejumlah lokasi yang terdampak Karhutla, antara lain Kec. Rantau Badauh, Kec. Barambai, dan Kec. Jejangkit.

Menurut Kolonel Mar Bondan, penanganan Karhutla menjadi perhatian karena dampaknya cukup luas, tidak hanya terhadap lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat, aktivitas perekonomian, keamanan, dan keselamatan wilayah.

“Kami tidak hanya memberikan sosialisasi, tetapi juga turun langsung melihat kondisi di lapangan. Data dan masukan yang kami dapatkan nantinya menjadi bahan untuk melihat permasalahan sekaligus upaya yang dapat dilakukan dalam penanganan dan pencegahan Karhutla,” katanya.

Sementara itu, Bupati Barito Kuala Dr. H. Bahrul Ilmi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Siswa Sesko TNI yang turut membantu pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai persoalan pembangunan, khususnya penanganan Karhutla.

Bupati menjelaskan, kondisi Karhutla di Kab. Barito Kuala saat ini masih membutuhkan penanganan secara intensif. Kabut asap yang cukup pekat telah memberikan dampak terhadap masyarakat, terutama dari sisi kesehatan.

“Dampak Karhutla tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat akibat kabut asap yang dirasakan di berbagai wilayah Kab. Barito Kuala,” jelasnya.

Barito Kuala menjadi salah satu dari tujuh daerah di Kalimantan Selatan yang menetapkan status siaga darurat Karhutla. Selain Barito Kuala, daerah tersebut meliputi Kota Banjarbaru, Kab. Banjar, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, dan Tanah Bumbu.

Untuk memperkuat penanganan di lapangan, pemerintah daerah bersama unsur terkait telah mendirikan sejumlah posko terpadu. Salah satunya Posko Terpadu Sampurna Jejangkit di Kec. Jejangkit yang aktif melakukan pemantauan sekaligus penanganan titik api.

Namun, proses pemadaman di lapangan masih menghadapi berbagai tantangan. Akses jalan menuju lokasi kebakaran yang sulit, jauhnya sumber air, luasnya lahan terbakar, serta kondisi angin menjadi kendala yang harus dihadapi petugas.

Bupati juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan. “Masyarakat kami imbau untuk tidak membakar lahan. Selain itu, gunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan karena kondisi kabut asap dapat mengganggu kesehatan, khususnya sistem pernapasan,” pesannya.

Audiensi tersebut juga diisi dengan diskusi dan penggalian informasi terkait kondisi Karhutla di Barito Kuala, dan di akhir kegiatan, Bupati Barito Kuala menyerahkan cinderamata kepada Tim Siswa Sesko TNI sebagai bentuk apresiasi atas kunjungan dan partisipasi dalam mendukung upaya penanganan Karhutla.

Melalui kegiatan tersebut, Siswa Sesko TNI diharapkan dapat memperoleh gambaran komprehensif mengenai kondisi Karhutla di Barito Kuala, termasuk berbagai kendala yang dihadapi pemerintah daerah dan petugas di lapangan. Hasil pengumpulan data dan masukan tersebut selanjutnya menjadi bahan dalam merumuskan berbagai upaya pencegahan dan penanganan Karhutla secara lebih efektif. (HY/RL)