LABUHANBATU, REDAKSI LINTAS – Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu terus memperkuat komitmennya dalam mempercepat penurunan angka stunting melalui peningkatan kapasitas Kader Pembangunan Manusia (KPM) dan Kader Posyandu Desa.
Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini, sekaligus memastikan program pencegahan dan penanganan stunting dapat berjalan secara terpadu hingga tingkat desa.
Komitmen itu diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi dan Pembinaan Kader dalam Percepatan Penurunan Stunting yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Labuhanbatu di Ruang Data dan Karya, Kompleks Kantor Bupati Labuhanbatu, Jalan S.M. Raja, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Labuhanbatu, Wan Jumasari Dewi Jamri. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa upaya percepatan penurunan stunting masih menjadi tantangan yang membutuhkan komitmen dan kerja sama seluruh pihak.
Menurutnya, diperlukan penguatan peran seluruh tim konvergensi stunting, terutama di tingkat desa, agar berbagai program pencegahan dan penanganan stunting dapat dilaksanakan secara optimal.
Jumasari juga mengajak seluruh kader memanfaatkan kegiatan sosialisasi dan pembinaan tersebut untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan, serta kapasitas dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.
“Kader harus mampu mendorong partisipasi masyarakat dan memperkuat kolaborasi dengan seluruh unsur di desa, mulai dari bidan desa, petugas gizi puskesmas, guru PAUD, hingga aparatur desa. Dengan demikian, proses perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi program penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan pengetahuan dan informasi yang bermanfaat bagi para kader dalam meningkatkan kualitas kesehatan keluarga dan masyarakat.
“Saya berharap melalui sosialisasi dan pembinaan kader ini, kita semua dapat memperoleh pengetahuan dan informasi yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga dan masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Jumasari menegaskan bahwa Kader Pembangunan Manusia dan Kader Posyandu memiliki posisi penting sebagai garda terdepan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di tingkat desa.
Para kader memiliki peran dalam memantau tumbuh kembang balita, mendampingi keluarga dalam upaya pencegahan stunting, memberikan edukasi kesehatan, serta membantu memastikan setiap anak memperoleh hak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.
Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti sekitar 250 peserta yang terdiri atas Kader Pembangunan Manusia (KPM), Kader Posyandu, serta Admin Desa se-Kabupaten Labuhanbatu.
Para peserta mendapatkan pembekalan dari sejumlah narasumber yang berasal dari Bappeda, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Labuhanbatu.
Materi yang disampaikan diharapkan dapat memperkuat pemahaman para kader mengenai peran dan tanggung jawabnya dalam mendukung percepatan penurunan stunting serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di tingkat desa.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten I Setdakab Labuhanbatu Drs. H. Sarimpunan Ritonga, Kepala Dinas PMD Parulian Ritonga, para narasumber, serta tamu undangan lainnya.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Labuhanbatu berharap sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, kader, tenaga kesehatan, dan masyarakat semakin kuat dalam mewujudkan generasi yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting. (JP/RL)






