Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor, Dinkes Labuhanbatu Bergerak Bersama Percepat Eliminasi TBC

Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor, Dinkes Labuhanbatu Bergerak Bersama Percepat Eliminasi TBC

LABUHANBATU, REDAKSI LINTAS.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu terus menunjukkan keseriusannya dalam menanggulangi Tuberkulosis (TBC). Salah satu langkah yang dilakukan yakni memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi lintas sektor melalui penandatanganan kesepakatan bersama dan perjanjian kerja sama dalam rangka percepatan penurunan angka TBC di Kabupaten Labuhanbatu.

Kegiatan tersebut digelar di Rumah Dinas Bupati Labuhanbatu (Pendopo), Jalan WR Supratman, Kelurahan Padang Matinggi, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan dihadiri Bupati Labuhanbatu Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., MKM., Wakil Bupati H. Jamri, ST., Ketua DPRD Labuhanbatu Arjan Pribadi Ritonga, Pj. Sekda Abdi Jaya Pohan, Dandim 0209/LB yang diwakili Kasdim Mayor Inf. S.H. Tanjung, dan Kapolres Labuhanbatu yang diwakili Wakapolres.

Hadir pula Kepala Pengadilan Negeri Rantauprapat, Kepala Kejaksaan Negeri Rantauprapat, Kepala Lapas Kelas IIA Rantauprapat, Asisten I, pimpinan OPD, sembilan camat se-Kabupaten Labuhanbatu, Kepala APDESI, serta seluruh kepala Puskesmas se-Kabupaten Labuhanbatu.

Acara diawali dengan doa dan dilanjutkan dengan penyampaian laporan panitia kegiatan percepatan penurunan angka Tuberkulosis oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu, Hj. Noprida Ritonga, S.Si., Apt., MM.

Dalam laporannya, Noprida menyampaikan bahwa TBC masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan penanganan secara serius, terencana, terpadu, dan berkelanjutan.

Menurutnya, penanggulangan TBC tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan semata, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, organisasi profesi, lembaga kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, media massa hingga masyarakat.

“Ketersediaan data yang akurat, lengkap, tepat waktu dan dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan efektivitas pengendalian TBC,” ujarnya.

Ia menambahkan, diperlukan penguatan koordinasi, integrasi data, pemantauan capaian serta tindak lanjut yang cepat dan tepat di seluruh wilayah Kabupaten Labuhanbatu.

“Dengan wilayah kerja yang luas dan melibatkan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan serta pemangku kepentingan, kondisi tersebut membutuhkan komitmen bersama dan kolaborasi lintas sektor agar upaya penanggulangan TBC dapat dilaksanakan secara terpadu dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk membangun dan memperkuat komitmen bersama dalam percepatan penurunan angka TBC di Kabupaten Labuhanbatu sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan pembangunan kesehatan, peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

Adapun tujuan kegiatan tersebut antara lain meningkatkan komitmen seluruh stakeholder dalam percepatan penanggulangan TBC, memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor dalam penemuan, pelacakan, pengobatan serta pendampingan pasien TBC.

Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan penemuan kasus TBC secara aktif dan sedini mungkin, meningkatkan keberhasilan pengobatan, mencegah terjadinya loss to follow-up, meningkatkan investigasi kontak, mencegah penularan TBC, serta memperkuat pemanfaatan data sebagai dasar perencanaan, pengambilan keputusan, monitoring dan evaluasi program TBC.

Dinas Kesehatan juga mendorong peningkatan peran serta masyarakat dan berbagai unsur nonkesehatan dalam penanggulangan TBC serta membangun gerakan bersama menuju Kabupaten Labuhanbatu bebas Tuberkulosis dan mendukung target eliminasi TBC.

Noprida berharap nota kesepakatan yang ditandatangani tidak berhenti sebagai dokumen administratif maupun kegiatan seremonial, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk program, kegiatan, dukungan sumber daya, koordinasi lintas sektor dan tindakan nyata di lapangan.

“Kami berharap seluruh perangkat daerah, kecamatan, desa, fasilitas pelayanan kesehatan, dunia usaha, akademisi, organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan, media massa dan masyarakat dapat mengambil peran sesuai tugas, fungsi, kewenangan dan kapasitas masing-masing,” ungkapnya.

Menurutnya, sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat penemuan kasus, memastikan pasien mendapatkan pengobatan hingga tuntas, meningkatkan investigasi kontak, mencegah loss to follow-up, mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap pasien TBC, serta memastikan setiap kebijakan dan intervensi dilaksanakan berdasarkan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Pada akhirnya kami berharap gerakan bersama ini dapat memberikan kontribusi nyata terhadap inovasi SIGAP-TB (Sistem Integrasi Akselerasi Pengendalian Tuberkulosis) dalam upaya percepatan penurunan angka Tuberkulosis, peningkatan derajat kesehatan masyarakat, peningkatan produktivitas masyarakat dan terwujudnya Kabupaten Labuhanbatu Cerdas Bersinar menuju eliminasi Tuberkulosis tahun 2030,” jelasnya.

Usai penyampaian laporan panitia, kegiatan dilanjutkan dengan bimbingan dan arahan dari Bupati Labuhanbatu Hj. Maya Hasmita. Sebagai seorang dokter, Bupati turut memberikan penekanan mengenai pentingnya keseriusan seluruh pihak dalam menghadapi persoalan TBC.

Bupati Labuhanbatu menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur Forkopimda dan stakeholder yang telah hadir serta mendukung kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada seluruh Forkopimda yang sudah hadir dalam acara ini. Semoga kesepakatan ini dapat kita jalankan bersama agar mencapai hasil yang maksimal. TBC ada di seluruh tubuh kita, terkecuali jantung. Maka dari itu, saya berharap kepada kita semua untuk bekerja keras dalam menanggulangi masalah TBC,” ujar Bupati.

Setelah penyampaian arahan Bupati, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan kesepakatan dan perjanjian bersama sebagai bentuk komitmen lintas sektor dalam menanggulangi Tuberkulosis di Kabupaten Labuhanbatu.

Melalui komitmen tersebut, seluruh pihak diharapkan dapat bergerak bersama dengan semangat “Data Akurat, Tindakan Cepat, Kolaborasi Kuat, Eliminasi TBC Tercapai” demi mewujudkan Kabupaten Labuhanbatu menuju eliminasi TBC pada tahun 2030.  (JP/RL)

Writer: JULIPEditor: RAHMA