BANJARMASIN, REDAKSI LINTAS – Panitia Pemilihan Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM) periode 2026–2030 resmi menerima pendaftar pertama bakal calon rektor dalam tahapan penjaringan calon pimpinan perguruan tinggi terbesar di Kalimantan Selatan tersebut.
Momentum ini menjadi awal penting dalam proses demokrasi akademik yang diharapkan mampu melahirkan pemimpin visioner, inovatif, dan mampu membawa ULM semakin maju serta berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Penerimaan pendaftaran bakal calon rektor dilaksanakan di sekretariat Panitia Pemilihan Rektor ULM dengan suasana penuh keterbukaan, profesionalisme, dan semangat kebersamaan civitas akademika. Kehadiran pendaftar pertama ini sekaligus menandai dimulainya dinamika pemilihan rektor yang akan menentukan arah kebijakan dan pengembangan kampus selama lima tahun ke depan.
Ketua Panitia Pemilihan Rektor ULM 2026–2030 menyampaikan bahwa seluruh tahapan pemilihan akan dilaksanakan secara transparan, objektif, dan sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Panitia berkomitmen menjaga integritas proses pemilihan agar menghasilkan pemimpin terbaik yang mampu menjawab tantangan dunia pendidikan tinggi di era modern.
Menurutnya, proses penjaringan bakal calon rektor bukan sekadar agenda administratif, namun menjadi bagian penting dalam menentukan masa depan universitas.
Oleh sebab itu, Ketua Panitia Pemilihan Rektor ULM 2026 – 2030, Prof. Dr. Ifrani, S.H., M.H membuka kesempatan seluas-luasnya kepada para akademisi terbaik yang memenuhi syarat untuk ikut berpartisipasi dalam kontestasi pemilihan rektor.
“Kami menyambut baik pendaftar pertama bakal calon rektor ULM periode 2026–2030. Ini menunjukkan antusiasme dan kepedulian terhadap kemajuan universitas. Panitia akan menjalankan seluruh proses dengan profesional, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.
Sementara itu, bakal calon rektor yang mendaftarkan diri menyampaikan kesiapannya untuk mengikuti seluruh tahapan pemilihan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan. Ia menegaskan komitmennya untuk memberikan kontribusi terbaik bagi pengembangan ULM, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan, riset, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan tata kelola universitas.
Dirinya juga menilai bahwa ULM memiliki potensi besar untuk terus berkembang menjadi perguruan tinggi unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Dengan dukungan seluruh civitas akademika, ia optimistis berbagai program strategis dapat diwujudkan demi kemajuan kampus dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Selatan.
Tahapan pemilihan rektor ULM sendiri akan berlangsung melalui sejumlah proses, mulai dari penjaringan bakal calon, verifikasi administrasi, penyampaian visi dan misi, penyaringan calon, hingga pemilihan akhir sesuai ketentuan yang berlaku. Seluruh proses tersebut akan melibatkan berbagai unsur universitas guna memastikan pemilihan berjalan demokratis dan kredibel.
Pemilihan Rektor ULM periode 2026–2030 menjadi perhatian besar berbagai kalangan, mengingat peran strategis universitas dalam mencetak generasi muda berkualitas serta mendukung pembangunan daerah dan nasional. Kepemimpinan rektor ke depan diharapkan mampu memperkuat transformasi pendidikan tinggi, meningkatkan prestasi akademik, memperluas kerja sama, serta menghadirkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Dengan diterimanya pendaftar pertama bakal calon rektor, dinamika pemilihan pimpinan Universitas Lambung Mangkurat kini resmi dimulai. Civitas akademika pun berharap seluruh tahapan berjalan lancar, kondusif, dan menghasilkan sosok pemimpin terbaik yang mampu membawa ULM semakin maju, unggul, dan berprestasi di masa mendatang. (AG/RL)










