BANJARMASIN, REDAKSILINTAS.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memperkuat upaya pengendalian inflasi dan menjaga daya beli masyarakat melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia 2026.
Kegiatan yang menghadirkan berbagai kebutuhan bahan pokok dengan harga terjangkau ini digelar di halaman Polresta Banjarmasin, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalsel berkolaborasi dengan Dinas Pertanian Kota Banjarmasin dan Polresta Banjarmasin.
Gerakan serupa juga dilaksanakan secara serentak di 13 kabupaten/kota se-Kalsel untuk memperluas akses masyarakat terhadap pangan dengan harga terjangkau. Kegiatan ini juga serentak se-Indonesia
Kepala DPKP Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman, mengatakan GPM merupakan tindak lanjut arahan pemerintah pusat dan Gubernur Kalsel untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus meringankan beban masyarakat di tengah kenaikan harga sejumlah komoditas.
“Melalui Gerakan Pangan Murah ini, kita ingin membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Apalagi ketika harga barang mengalami kenaikan, pemerintah harus hadir untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.
Syamsir menjelaskan, GPM di Banjarmasin berlangsung selama dua hari, yakni Rabu dan Kamis 22 Oktober 2026. Berbagai komoditas disediakan, mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir, telur, bawang merah, bawang putih, hingga daging ayam. Kegiatan ini juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendukung pemasaran produk lokal.
Berbagai komoditas dijual dengan harga khusus melalui potongan harga. Salah satunya paket beras dan gula yang disediakan Pemerintah Kota Banjarmasin seharga Rp42.000. Sementara itu, daging ayam yang semula dijual Rp45.000 mendapat potongan hingga Rp35.000, bahkan dapat dibeli seharga Rp30.000 sesuai penawaran yang diberikan kepada masyarakat.
“Diskon yang diberikan cukup besar. Ini menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Syamsir.
Untuk komoditas beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), DPKP Kalsel menyiapkan satu ton pada hari pertama. Apabila persediaan habis, tambahan pasokan akan didatangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pada hari kedua, persediaan direncanakan meningkat menjadi dua ton.
Beras SPHP yang normalnya dijual Rp59.000 per kemasan lima kilogram ditawarkan dengan harga khusus Rp50.000. “Pembelian dibatasi satu kemasan per orang agar distribusi lebih merata dan tidak terjadi pembelian dalam jumlah besar oleh segelintir konsumen,” ungkapnya.
Menurut Syamsir, kolaborasi dengan jajaran kepolisian turut memperkuat pelaksanaan GPM, baik dari sisi penyediaan lokasi maupun kelancaran pelayanan kepada masyarakat. “Antusiasme warga yang terus mengantre juga menjadi perhatian panitia untuk mengantisipasi kebutuhan tambahan pasokan,” ucapnya.
Selain menyediakan bahan pangan murah, Pemprov Kalsel turut membagikan hampir 200 bibit cabai kepada masyarakat. Langkah ini diarahkan untuk mendorong pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga sekaligus membantu mengurangi ketergantungan terhadap pembelian cabai di pasar.
Syamsir menuturkan, cabai menjadi salah satu komoditas yang kerap memengaruhi pergerakan inflasi. Karena itu, masyarakat didorong menanam cabai sendiri menggunakan pot atau memanfaatkan lahan pekarangan yang tersedia.
“Harapannya, masyarakat bisa menanam cabai di rumah masing-masing sehingga dapat memenuhi sebagian kebutuhannya sendiri dan tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan pasar,” jelasnya.
Ia mengapresiasi dukungan Badan Pangan Nasional, Kementerian Pertanian, Pemerintah Kota Banjarmasin, serta jajaran Polda Kalsel dan Polresta Banjarmasin dalam menyukseskan kegiatan tersebut. (HY/RL)






