BANJARBARU, REDAKSI LINTAS — Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin menghadiri Pelantikan Pengurus Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) dan Majelis Kehormatan Etik Rumah Sakit (MAKERSI) Wilayah Kalimantan Selatan periode 2026–2030 yang digelar di Hotel Grand Qin, Sabtu (16/5/2026)
Acara berlangsung khidmat dengan diawali pembacaan SK Bersama oleh Sekretaris Umum PERSI, dr. Hesty Widyastoeti dan dilanjutkan dengan Pelantikan yang dilakukan oleh Ketua Umum PERSI Pusat, dr. Bambang Wibowo didampingi Ketua MAKERSI Pusat, Prof. Dr. dr. Agus Purwadianto dan dihadiri jajaran pengurus rumah sakit, tenaga kesehatan, unsur pemerintah daerah, serta para undangan lainnya dengan mengenakan pakaian sasirangan sebagai bentuk pelestarian budaya daerah, dan untuk periode 2026 – 2030, Ketua PERSI dan MAKERSI Wilayah Kalimantan Selatan, Dr. dr. Izaak Zoelkarnain Akbar.
Dalam kesempatan itu, Sekdaprov Kalsel, M. Syarifuddin membacakan sambutan Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, yang menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus PERSI dan MAKERSI yang baru dilantik.
“Semoga, amanah ini bisa ditunaikan dengan sebaik-baiknya, penuh tanggung jawab, serta mempedomani aturan organisasi dalam setiap langkah dan kebijakan yang dijalankan oleh pengurus persi dan makersi selama 5 tahun ke depan,” ucap Sekdaprov Kalsel, membacakan sambutan Gubernur H. Muhidin.
Gubernur Kalsel menyampaikan, fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, memiliki andil yang besar dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.
“Ketika fasilitas kesehatan cukup memadai, dan mudah dijangkau oleh masyarakat, maka pelayanan kesehatan bisa diberikan lebih maksimal. Karena itu, pemerintah provinsi Kalimantan Selatan, terus berupaya meningkatkan fasilitas kesehatan, baik secara kuantitas maupun dari sisi kualitas,” ujar Gubernur H. Muhidin.
Gubernur memastikan, pihaknya juga terus mendorong dan mendukung berdirinya rumah sakit-rumah sakit swasta, karena kebutuhan pelayanan kesehatan di Kalsel makin meningkat.
“Khusus rumah sakit yang berada di wilayah Kota Banjarmasin, pengguna layanan bukan saja datang dari warga kota dan masyarakat dari daerah Kalsel, tetapi juga dari masyarakat Provinsi Kalimantan Tengah. Sampai saat ini, Pemprov Kalsel memiliki empat rumah sakit, yaitu Rumah Sakit Ulin, Rumah Sakit Anshari Shaleh, Rumah Sakit Mulut dan Gigi, serta Rumah Sakit Jiwa Sambangg Lihum. Selain itu, di masing-masing daerah kabupaten/kota juga bediri rumah sakit milik pemerintah daerah. Hanya saja sebagian rumah sakit, fasilitasnya masih terbatas. Karena itu, kehadiran rumah sakit swasta, juga masih sangat diperlukan, mengingat jumlah penduduk Kalsel sudah mencapai lebih dari 4 juta jiwa.
Menurut Gubernur H. Muhidin, potensi bisnis rumah sakit swasta untuk maju dan berkembang masih terbuka lebar, baik di wilayah Banjarbakula, Banua Anam, maupun di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru. Sehingga Gubernur H Muhidin berharap dan mengajak, pengurus PERSI dan MAKERSI mampu memainkan peran dan kontribusinya, dalam menjembatani tata kelola rumah sakit yang sebaik-baiknya.
“Mari kita optimalkan rumah sakit, sebagai fasilitas pelayanan kesehatan. Terapkanlah nilai kemanusiaan, etika dan profesionalisme, manfaat, keadilan, perlindungan dan keselamatan pasien, serta fungsi sosial dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan, meskipun mengemban misi bisnis melalui pelayanan kesehatan,” tutup Gubernur H. Muhidin mengakhiri sambutannya.
Kegiatan yang turut dihadiri Direktur RSUD Ulin, dr. Among Wibowo dan Direktur RSJ Sambang Lihum, dr. Yuddy Riswandhy Noora ini diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan dari Pemprov Kalsel yang diserahkan oleh Sekdaprov Kalsel, M. Syarifuddin, kepada Ketua Umum PERSI Pusat, dr. Bambang Wibowo, Ketua MAKERSI Pusat, Prof. Dr. dr. Agus Purwadianto dan Sekretaris Umum PERSI, dr. Hesty Widyastoeti. (RL)






