Dinkes Labuhanbatu Perkuat Jejaring Kesehatan, Dorong Penurunan AKI, AKB dan Stunting

Dinkes Labuhanbatu Perkuat Jejaring Kesehatan, Dorong Penurunan AKI, AKB dan Stunting

LABUHANBATU, REDAKSI LINTAS.COM — Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu terus memperkuat upaya peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat melalui penguatan koordinasi dan jejaring program kesehatan. Salah satunya dengan menggelar kegiatan Koordinasi Implementasi Jejaring dan Program Gizi, KIA, dan Kespro di Aula Ruang Data Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu, Jalan KH Dewantara, Kelurahan Sioldengan, Kecamatan Rantau Selatan, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu, Hj. Tuti Noprida Ritonga, S.Si., Apt., MM., dan diikuti oleh perwakilan dari 15 Puskesmas yang ada di Kabupaten Labuhanbatu.

Koordinasi ini bertujuan meningkatkan kinerja Puskesmas sekaligus memperkuat koordinasi dengan berbagai kelompok dan lembaga berbasis kesehatan di tengah masyarakat. Sinergi tersebut dinilai penting agar program kesehatan dapat berjalan lebih efektif dan mampu menjangkau masyarakat secara optimal.

Kegiatan diawali dengan doa bersama, dilanjutkan pembacaan susunan acara. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Labuhanbatu juga memperkenalkan diri sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Dalam arahannya, Tuti Noprida Ritonga mengajak seluruh jajaran Puskesmas untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta membangun komunikasi dan koordinasi yang baik dengan kelompok-kelompok masyarakat yang bergerak di bidang kesehatan.

“Saya berharap seluruh Puskesmas selalu dan tetap berkoordinasi dengan kelompok-kelompok yang berbasis kesehatan. Saya juga berharap melalui kegiatan ini kita tetap memantau kondisi kesehatan di tengah masyarakat,” ujar Tuti.

Menurutnya, peningkatan derajat kesehatan masyarakat membutuhkan kolaborasi seluruh tenaga kesehatan dengan berbagai unsur yang ada di masyarakat. Salah satu perhatian utama adalah memperkuat peran koordinator bidan desa agar dapat berkolaborasi dengan lembaga-lembaga masyarakat dalam upaya menekan angka kematian ibu, bayi, dan anak di Kabupaten Labuhanbatu.

Selain itu, upaya penurunan angka stunting juga harus terus dilakukan, terutama melalui pemenuhan kebutuhan gizi anak. Tenaga kesehatan diharapkan mampu memberikan edukasi secara berkelanjutan kepada masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat, pemenuhan gizi, serta pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Tuti juga mengingatkan masyarakat agar aktif memanfaatkan layanan kesehatan, termasuk rutin datang ke Posyandu untuk memantau tumbuh kembang anak dan memperoleh berbagai pelayanan kesehatan yang tersedia.

“Dalam meningkatkan derajat kesehatan, saya berharap koordinator bidan desa dapat berkolaborasi dengan lembaga masyarakat yang ada ke depannya, sehingga angka kematian ibu, bayi dan anak dapat menurun di Kabupaten Labuhanbatu. Kita juga harus terus berupaya menurunkan angka stunting akibat asupan gizi yang kurang pada anak-anak,” katanya.

Ia menegaskan, tenaga kesehatan memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi dan mendorong kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan.

“Sebagai tenaga kesehatan, kita harus mampu mengedukasi masyarakat untuk rajin memeriksakan kesehatannya dan datang ke Posyandu. Inilah makna dari cerdas dalam membangun sumber daya manusia yang seutuhnya dari bidang kesehatan,” lanjutnya.

Menutup arahannya, Tuti mengajak seluruh jajaran kesehatan untuk bersama-sama bekerja keras meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta mendukung program pembangunan daerah.

“Mari kita sama-sama bekerja keras untuk meningkatkan kesehatan di tengah masyarakat agar program dan visi misi Bupati kita, Ibu Hj. Maya Hasmita, SpOG, MKM, terus meningkat menuju Labuhanbatu Cerdas Bersinar,” pungkasnya.

Melalui kegiatan koordinasi tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu berharap sinergi antarpuskesmas, tenaga kesehatan, kader, serta kelompok masyarakat semakin kuat sehingga berbagai program kesehatan, khususnya bidang gizi, kesehatan ibu dan anak (KIA), serta kesehatan reproduksi (Kespro), dapat terlaksana secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (JP/RL)

Writer: JULIPEditor: RAHMA