Dewan UKM Labuhanbatu Gelar Talkshow dan Coaching Clinic, Dorong Pelaku UMKM Tingkatkan Tata Kelola Keuangan

Dewan UKM Labuhanbatu Gelar Talkshow dan Coaching Clinic, Dorong Pelaku UMKM Tingkatkan Tata Kelola Keuangan

LABUHANBATU, REDAKSILINTAS.COM – Dewan UKM Kabupaten Labuhanbatu menggelar kegiatan Talkshow dan Coaching Clinic bertema “Strategi Pengelolaan Keuangan UMKM yang Akuntabel, Adaptif, dan Berkelanjutan” di Aula Rantauprapat Convention Center (RPCC), Jalan Ika Bina No. 6 AB, Kelurahan Sioldengan, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Selain itu, kegiatan ini bertujuan mendorong pelaku usaha meningkatkan kapasitas bisnis melalui tata kelola keuangan yang profesional, transparan, dan berorientasi jangka panjang.

Ketua Dewan UKM Kabupaten Labuhanbatu, Arif Hakiki Hasibuan, dalam sambutannya menegaskan bahwa peningkatan omzet bukan satu-satunya indikator keberhasilan usaha. Menurutnya, UMKM harus memiliki sistem pengelolaan keuangan yang tertib, transparan, dan akuntabel agar mampu bertahan serta berkembang.

Ia menyoroti masih adanya pelaku UMKM yang menjalankan usaha tanpa pencatatan keuangan yang memadai, bahkan mencampurkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha. Kondisi tersebut berpotensi menghambat pertumbuhan bisnis dan menyulitkan pelaku usaha dalam mengakses pembiayaan.

“UMKM tidak cukup hanya berorientasi pada penjualan. Pelaku usaha harus memahami omzet, biaya operasional, keuntungan, arus kas, utang, dan piutang. Pemisahan keuangan pribadi dan usaha serta pencatatan transaksi secara konsisten merupakan fondasi menuju usaha yang profesional,” tegas Arif.

Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital, pengelolaan modal secara produktif, diversifikasi pasar, serta penguatan ketahanan usaha.

Menurutnya, seluruh aktivitas bisnis harus dilandasi prinsip amanah, kejujuran, keadilan, transparansi, serta kepatuhan terhadap prinsip halal dan thayyib.

UMKM Harus Bertransformasi dan Adaptif

Dalam sesi pemaparan materi, narasumber Ahmad Afandi, SE., ME., menjelaskan bahwa UMKM yang ingin naik kelas harus bertransformasi dari pola usaha konvensional menuju sistem bisnis yang terukur dan berkelanjutan.

Menurutnya, disiplin keuangan, pengelolaan arus kas, penetapan harga berdasarkan biaya produksi, serta pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) merupakan instrumen penting dalam meningkatkan daya saing usaha.

Ia menegaskan bahwa pertumbuhan bisnis tidak boleh hanya diukur dari besarnya omzet, tetapi juga harus dilihat dari kemampuan menghasilkan keuntungan, menjaga stabilitas keuangan, dan menghadapi perubahan pasar.

“UMKM yang kuat bukan hanya usaha yang mampu menghasilkan keuntungan, tetapi juga usaha yang memiliki tata kelola baik, transparan, adaptif, dan mampu bertahan dalam jangka panjang,” jelas Afandi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Kapolres Labuhanbatu AKP S. Tampubolon, perwakilan Kepala Lapas Kelas IIA Rantauprapat Sependi Saat Sihombing, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Labuhanbatu, jajaran pengurus Dewan UKM, panitia pelaksana, serta para pelaku UMKM Kabupaten Labuhanbatu.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan Ketua Dewan UKM Kabupaten Labuhanbatu, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dan diskusi.

Usai kegiatan, awak media turut meminta tanggapan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Labuhanbatu terkait pelaksanaan kegiatan tersebut.

Pembinaan UMKM Harus Berkelanjutan

Ke depan, kegiatan pembinaan UMKM diharapkan tidak berhenti sebatas seremoni dan penyampaian materi. Diperlukan pendampingan berkelanjutan, evaluasi, serta langkah konkret dari pemerintah dan organisasi terkait agar pelaku UMKM benar-benar mampu memperbaiki tata kelola keuangan, meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan mengakses pembiayaan.

Sebab, ukuran keberhasilan pembinaan UMKM bukan terletak pada banyaknya kegiatan yang diselenggarakan, melainkan pada perubahan nyata terhadap kualitas usaha dan peningkatan kesejahteraan para pelakunya.

Dengan pengelolaan keuangan yang semakin baik, pelaku UMKM di Kabupaten Labuhanbatu diharapkan mampu meningkatkan daya saing, memperkuat ketahanan usaha, serta berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. (JP/RL)

Writer: JulipEditor: RAHMA