BANJARMASIN, REDAKSILINTAS.COM – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menerima kunjungan Menteri Kehutanan Radja Juli, Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) XXIV/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Ariffin, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, Selasa malam (23/09/2026) di kediaman pribadinya Jalan Lingkar Selatan Dalam Kota Banjarmasin.
Turut dalam pertemuan, Komandan Korem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel, Ronny Eka Saputra.
Kunjungan dalam memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
“Pak Menteri tadi minta nanti dipaparkan kondisi (karhutla,red) di Kalimantan Selatan,” ucap Gubernur H Muhidin.
Paparan dimaksud akan disampaikan pada Rapat Koordinasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Dalam Rangka Pemantauan
dan Evaluasi Dampaknya terhadap kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (24/09/2026) yang diselenggarakan Kemenko Pangan di Jakarta.
Saat ini, penanganan karhutla dilakukan Gubernur H Muhidin bersama-sama unsur forkopimda, terutama pada titik fokus penanganan yakni kawasan Guntung Damar Banjarbaru, Pangayuan Landasan Ulin, dan hutan lindung Jalan Gubernur Syarkawi Kabupaten Banjar.
Bahkan Gubernur H Muhidin dan forkopimda, sempat berjibaku dengan kobaran api dan kepulan asap tebal, di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi Kilometer 17, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Selasa (22/09/2026).
Kegiatan pemadaman di waktu sore hari ini bagian dari upaya memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilakukan secara langsung di lapangan, sekaligus melihat kondisi kawasan yang terdampak asap.
Tidak hanya itu, rombongan juga meninjau langsung dapur karhutla di kawasan Pengayuan dan kawasan Guntung Damar untuk memastikan ketersediaan logistik dan kebutuhan petugas di lapangan tetap terpenuhi selama penanganan karhutla berlangsung.
Setelah itu, Gubernur bergerak menuju Rumah Sakit Sambang Lihum untuk melihat langsung kondisi kawasan rumah sakit yang sempat dikepung asap dan membuat sejumlah pasien harus dievakuasi.
Sementara itu, sebelum ke Kalimantan Selatan, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto datang ke Kalimantan Tengah, Senin (23/09/2026) untuk meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah itu.
Keduanya berkantor sementara di Kalteng demi mengawal langsung penanganan karhutla dan kabut asap. Mulanya kedatangan keduanya untuk meninjau penanganan karhutla di Kalteng. Namun kemudian keduanya memperpanjang keberadaan di Kalteng selama beberapa hari.
Suharyanto mengatakan, selain api, kabut asap menjadi persoalan lain yang harus segera ditangani, antara lain, belum ada teknologi yang bisa secara langsung menghilangkan asap. Kondisi tersebut sangat bergantung pada faktor alam, terutama angin dan hujan.
Pemerintah pun mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memaksimalkan potensi turunnya hujan di wilayah terdampak karhutla. Namun, operasi tersebut sempat terkendala jarak pandang rendah di Bandara Cilik Riwut sehingga pesawat OMC tidak dapat beroperasi. (Adpm/RL)










