BANJARMASIN, REDAKSILINTAS.COM – Pemerintah Kota Banjarmasin resmi membatalkan pelaksanaan Festival Jukung Hias Tanglong 2026, yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 25–26 September 2026 di kawasan Sungai Martapura, Siring Menara Pandang, Banjarmasin.
Pembatalan dilakukan menyusul kebijakan Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin yang mempertimbangkan kondisi masyarakat di tengah duka akibat bencana yang terjadi, diantaranya musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8, serta bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan yang hingga kini masih berlangsung.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, mengatakan sejumlah kegiatan yang sebelumnya masuk dalam rangkaian Harjad ke-500 kini tidak dilaksanakan. Kegiatan tersebut meliputi Festival Jukung Tanglong, Banjarmasin International Ekraf Festival, Banjarmasin Art Week, Phoria Musik, Cangkurah, dan Festival Kuliner.
“Seiring dengan kebijakan Bapak Wali Kota yang melihat kondisi kita sekarang, ada duka akibat bencana yang datang,” ujar Ibnu Sabil, Jumat, (18/9). “Sehingga beberapa agenda yang sudah direncanakan dalam rangka hari jadi ke-500 ini dibatalkan”.
Menurut Ibnu Sabil, Disbudporapar Banjarmasin selanjutnya akan melakukan sosialisasi kepada pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Salah satu yang menjadi perhatian adalah peserta Festival Jukung Tanglong yang sebelumnya telah mendaftarkan diri.
Ibnu menyebut peserta yang telah mempersiapkan atau membuat jukung tanglong tidak perlu menyia-nyiakan persiapan yang telah dilakukan. Karya tersebut masih dapat dipersiapkan untuk mengikuti kegiatan lain pada kesempatan mendatang.
“Untuk teman-teman yang sudah mendaftar, khususnya Festival Jukung Tanglong, bagi yang sudah membuat bisa dipersiapkan untuk event selanjutnya,” ujarnya.
Ia berharap seluruh peserta dan pihak yang terlibat dapat memahami keputusan tersebut. Menurutnya, pembatalan dilakukan sebagai bentuk penyesuaian rangkaian kegiatan hari jadi dengan kondisi yang sedang dihadapi masyarakat.
“Nanti kami akan sosialisasikan kepada peserta dan pihak-pihak yang terkait dengan kegiatan yang dibatalkan, dan anggaran yang disiapkan kita kembalikan ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), ucapnya”. (Agus Supardi)






