BANJARBARU, REDAKSI LINTAS – Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo resmi ditutup dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi antarpelaku sektor pertanian dari seluruh Indonesia. Ajang yang dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama jajaran menteri, Panglima TNI, Kapolri, para gubernur, dan sekitar 50.000 peserta ini menjadi wadah pertukaran inovasi, teknologi, serta pengembangan usaha menuju swasembada pangan nasional.
Kontingen Provinsi Kalimantan Selatan berhasil menorehkan prestasi membanggakan melalui berbagai kegiatan selama PENAS XVII. Selain aktif mengikuti pameran pembangunan, temu profesi, gelar teknologi, dan temu wirausaha, Kalimantan Selatan juga berhasil meraih Juara III Stand Terbaik pada pameran pembangunan daerah berkat penyajian informasi yang edukatif dan menampilkan beragam produk unggulan daerah.
Prestasi lainnya diraih pada Temu Karya Wirausaha, di mana Gula Aren Semut asal Kalimantan Selatan sukses meraih Juara I. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa produk olahan perkebunan Banua memiliki kualitas, inovasi, dan daya saing yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, Suparmi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh petani, peternak, penyuluh, pelaku usaha, serta anggota kontingen Kalimantan Selatan yang telah bekerja keras sehingga mampu mengharumkan nama daerah pada ajang nasional tersebut.
“Prestasi ini merupakan hasil kerja bersama seluruh insan pertanian Kalimantan Selatan. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas produk, memperkuat kelembagaan petani dan peternak, serta mendorong lahirnya wirausahawan pertanian yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Suparmi di Banjarbaru, Jumat (26/6/2026).
Menurut Suparmi, keberhasilan produk Gula Aren Semut meraih penghargaan nasional menunjukkan bahwa komoditas perkebunan Kalimantan Selatan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah yang mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperluas akses pasar.
Ia berharap capaian tersebut menjadi penyemangat bagi seluruh pelaku utama dan pelaku usaha pertanian di Kalimantan Selatan untuk terus berinovasi, mengembangkan agribisnis berbasis potensi lokal, serta mendukung program ketahanan pangan nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“PENAS XVII menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pertanian, sekaligus mendorong penerapan inovasi dan teknologi demi mewujudkan sektor pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan,” tutup Suparmi. (Hy/RL)






