Pelantikan Dikmata TNI AD Gelombang I Tahun 2026, Pesan Gubernur Kalsel : Penuh Tanggung Jawab, Dedikasi dan Semangat Pengabdian kepada Bangsa dan Negara

Pelantikan Dikmata TNI AD Gelombang I Tahun 2026

BANJARBARU, REDAKSI LINTAS – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, H. Adi Santoso menyampaikan ucapan selamat kepada para mantan siswa Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) Gelombang I Tahun Anggaran 2026 yang resmi dilantik menjadi Prajurit Dua (Prada), di Lapangan Lambung Mangkurat, Jumat (22/5/2026) pagi.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Kalsel H. Muhidin melalui Adi Santoso menyampaikan apresiasi atas lahirnya generasi prajurit baru yang diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga pertahanan negara sekaligus mendukung pembangunan di daerah.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengucapkan selamat kepada seluruh prajurit yang baru dilantik. Semoga amanah yang diemban dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan semangat pengabdian kepada bangsa serta negara,” ujarnya.

Secara nasional, sebanyak 17.702 mantan siswa Dikmata TNI AD Gelombang I TA 2026 resmi dilantik menjadi Prajurit Dua.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 314 prajurit merupakan lulusan Rindam XII/Tambun Bungai yang dipersiapkan untuk memperkuat wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kepala Kodam XII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin menegaskan bahwa para prajurit yang telah dilantik tidak hanya dibentuk sebagai pasukan tempur, namun juga dipersiapkan menjadi bagian dari pembangunan melalui konsep Batalyon Teritorial Pembangunan.

“Momen ini sangat penting. Kita baru saja melepas 314 putra terbaik asuhan Rindam XII/Tambun Bungai, bagian dari 17 ribu lebih prajurit baru se-Indonesia,” katanya.

Menurutnya, tantangan wilayah Kalimantan yang memiliki karakter geografis khas, seperti kawasan hutan, sungai, hingga daerah pedalaman, membutuhkan sosok prajurit yang memiliki kemampuan lebih dari sekadar kemampuan militer.

“Mereka disiapkan memiliki kesiapan fisik, mental, dan kemampuan teritorial yang mumpuni. Wilayah Kalimantan menuntut prajurit yang tidak hanya kuat bertempur, tetapi juga adaptif dan memahami karakter sosial budaya masyarakat setempat,” lanjutnya.

Selain bertugas menjaga pertahanan negara, para prajurit baru tersebut juga diproyeksikan mendukung pembangunan di wilayah terpencil, daerah perbatasan, hingga kawasan rawan bencana melalui sinergi bersama pemerintah daerah.

“Mereka akan bersinergi penuh dengan pemerintah daerah untuk membangun infrastruktur fisik, memperkuat ketahanan wilayah, sekaligus menumbuhkan semangat juang masyarakat,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan para prajurit agar senantiasa menjaga kehormatan institusi, memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif, menjunjung tinggi kedisiplinan, serta menghormati budaya lokal di daerah penugasan.

“Kalian adalah wajah TNI di mata masyarakat. Jadilah solusi atas setiap kesulitan yang dihadapi rakyat di tempat tugas masing-masing,” tegasnya. (RL)

Writer: HERYUEditor: RAHMA