Daerah  

Sekda Barito Kuala Hadiri Peluncuran Teknologi Air Bersih SABANA di Desa Tatah Mesjid

Air Bersih SABANA

BARITO KUALA, REDAKSI LINTAS – Pemerintah Desa Tatah Mesjid terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui inovasi di bidang penyediaan air bersih di Desa Tatah Mesjid Kecamatan Alalak,Senin(20/04/2026) .

Hal tersebut ditandai dengan diperkenalkannya teknologi air bersih SABANA (Saringan Banyu Sederhana) dalam sebuah kegiatan yang turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Kuala Ir.H.Zulkipli Yadi Noor,Kepala Dinas Kesehatan Sugimin,SKM,Mkes kepala desaTatah Mesjid Merry Apriansyah,Mahasiswi dan Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Banjarmasin serta perangkat desa dan masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung dengan penuh antusiasme tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan, tokoh masyarakat, serta warga setempat yang ingin mengetahui secara langsung manfaat dan cara kerja teknologi SABANA. Kehadiran Sekda Barito Kuala menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap upaya desa dalam menghadirkan solusi inovatif atas kebutuhan dasar masyarakat.

Dalam sambutannya, Sekda Barito Kuala menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Desa Tatah Mesjid yang telah berinisiatif menghadirkan teknologi sederhana namun berdampak besar bagi masyarakat. Ia menilai bahwa SABANA merupakan langkah tepat dalam menjawab permasalahan ketersediaan air bersih, khususnya di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses air layak konsumsi.

“Teknologi seperti SABANA ini sangat relevan diterapkan di desa-desa, karena selain sederhana, juga mudah dirawat dan terjangkau oleh masyarakat. Kami berharap inovasi ini dapat menjadi contoh bagi desa lain di Kabupaten Barito Kuala,” ujarnya.

SABANA atau Saringan Banyu Sederhana merupakan teknologi penyaringan air yang dirancang dengan konsep praktis dan efisien. Dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah didapatkan, alat ini mampu menyaring air keruh menjadi lebih jernih dan layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mencuci, mandi, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.

Kepala Desa Tatah Mesjid dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa ide pengembangan SABANA berangkat dari kondisi masyarakat yang masih kesulitan mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau atau ketika kualitas air sungai menurun. Melalui inovasi ini, pihak desa berharap dapat membantu masyarakat memperoleh akses air bersih secara mandiri.

“Kami ingin memberikan solusi yang sederhana namun bermanfaat besar. SABANA ini diharapkan bisa digunakan secara luas oleh masyarakat tanpa harus bergantung pada teknologi mahal,” jelasnya.

Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan demonstrasi langsung penggunaan alat SABANA. Warga yang hadir tampak antusias menyaksikan proses penyaringan air, bahkan beberapa di antaranya mencoba langsung cara penggunaannya. Hal ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap teknologi yang dianggap praktis dan bermanfaat tersebut.

Tokoh masyarakat setempat juga menyambut baik inovasi ini. Mereka berharap teknologi SABANA dapat segera diterapkan secara merata di seluruh wilayah desa, sehingga permasalahan air bersih yang selama ini menjadi kendala dapat teratasi secara bertahap.

Dengan diperkenalkannya SABANA, Desa Tatah Mesjid diharapkan mampu menjadi pelopor dalam penerapan teknologi tepat guna di tingkat desa. Dukungan dari pemerintah daerah serta partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan implementasi inovasi ini ke depan.

Kegiatan ini ditutup dengan harapan bersama agar teknologi SABANA dapat terus dikembangkan dan disempurnakan, sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, tidak hanya di Desa Tatah Mesjid, tetapi juga di seluruh wilayah Kabupaten Barito Kuala. (Ags/RL)

 

Writer: AGUSEditor: RAHMA