Religi  

Dari Syariah Menuju Thariqat, Tausiah Syafaruddin Siagian Menghidupkan Spirit Amal Jariyah Sambut Ramadhan di Bandar Gula

Tausiah

LABUHANBATU, REDAKSI LINTAS — Momentum menyambut bulan suci Ramadhan dimanfaatkan Majelis Darus Shofa bersama masyarakat Desa Bandar Gula dengan jamaah kurang lebih 200 orang  menggelar doa dan syukuran, sekaligus kirim doa ahli bait untuk almarhum dan almarhumah kedua orang tua ahli bait Bapak Toni Pasaribu, S.E.

Kegiatan tersebut dirangkai dengan tausiah keagamaan yang sarat makna spiritual dan nilai keberlanjutan amal.

Tausiah disampaikan oleh Dr. KH. Syafaruddin Salami Siagian, S.Hi, M.H., C.F.L.S., dan sekaligus penyuluh agama islam dari Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu.

Kegiatan tausiah dihadiri para jamaah, tuan guru, serta tokoh masyarakat. Desa Bandar Gula sendiri dikenal sebagai bagian dari keluarga besar Thariqat Naqsyabandiyah, dengan para pendahulu yang merupakan jamaah sekaligus khalifah thariqat.

Turut hadir juga Tuanqu SM. Ishaq, pengurus pusat Majelis Mursyidin TNAJ di bawah pimpinan  Al-Mukarrom Dr. Syekh M. Nur Ali Al Kholidy, yang turut memberikan dukungan spiritual atas kegiatan.

Kegiatan  digelar di lingkungan Majelis Darus Shofa Bandar Gula Kelurahan Pulo Padang Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu Provinsi sumatra utara.

Majelis Darus Shofa di bawah bimbingan Tuan SM. Muhammad Sufi Nur Mukhlasin

Dalam menyambut Bulan suci Ramadhan Pengurus BKPRMI Pusat dan  Pengurus MUI  Kabupaten Labuhanbatu dan juga  Ketua Forum Da’i Sahabat Polisi (FORDASI)  juga akan menggelar kegiatan dengan mengangkat tema “Dari Syariah Menuju Thariqat: Menghidupkan Spirit Amal Jariyah”.

Dalam penyampaiannya Tausiah Dr. KH. Syafaruddin Salami Siagian, S.H.I, M.H., C.F.L.S., mengulas Hadis Rasulullah SAW tentang amal yang tidak terputus meski seseorang telah wafat, yakni sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang saleh.

KH. Syafaruddin menegaskan bahwa kematian bukanlah akhir, melainkan bagian dari perjalanan seorang hamba menuju Allah SWT. Karena itu, manusia dituntut untuk meninggalkan jejak kebaikan yang manfaatnya terus dirasakan oleh keluarga dan masyarakat.

Amal jariyah bukan hanya berbentuk materi, tetapi juga nilai, pemahaman, dan ilmu yang ditanamkan dengan ikhlas. Ketika kebaikan itu hidup di tengah masyarakat, pahalanya terus mengalir.

“Saya juga mengajak jamaah untuk memahami agama secara bertahap dan utuh, dimulai dari pengamalan syariah, lalu meningkat ke thariqat, agar ketauhi dan kepada Allah SWT semakin kuat dan membumi dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Antusiasme jamaah terlihat tinggi sepanjang acara. Selain sebagai bentuk bakti dan doa ahli bait kepada orang tua yang telah wafat, kegiatan ini juga menjadi penguat semangat masyarakat dalam menyambut Ramadhan dengan kesadaran ilmu, amal, dan tauhid yang berkelanjutan. (julip effendi/RL)

Writer: JulipEditor: RAHMA