Perkuat Penanganan Karhutla, Korem 101/Antasari Kembali Bagikan APD ke Personel TNI dan Relawan

Perkuat Penanganan Karhutla, Korem 101/Antasari Kembali Bagikan APD ke Personel TNI dan Relawan

BANJARMASIN, REDAKSILINTAS.COM – Korem 101/Antasari kembali salurkan Alat Pelindung Diri (APD) bantuan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI disalurkan untuk memperkuat perlindungan bagi TNI dan relawan yang terlibat dalam penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan.

Penyerahan APD dilakukan Kasrem 101/Antasari Kolonel Inf Roy Fakhrul Rozi, S.E., M.I.Pol., bertempat di Denkesyah 06-04-02 Banjarmasin, Jl. Gatot Subroto, Kota Banjarmasin, Jum’at (25/9).

Perlengkapan yang disalurkan meliputi :
1. Tabung O2 : 758 unit
2. Regulator : 758 unit
3. Masker : 23.353
4. Sepatu : 263 unit
5. Helm : 58 unit
6. Kaca mata asap : 96 unit

Berbagai perlengkapan tersebut diharapkan dapat mendukung kesiapan personel sekaligus meningkatkan aspek keselamatan dalam pelaksanaan tugas penanganan karhutla, khususnya ketika menghadapi kondisi lapangan yang berpotensi membahayakan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasilog Kasrem 101/Ant Kolonel Czi Setiawan Nur Prakoso, S.I.P., M.A., Dandenkesyah 06-04-02 Banjarmasin Letkol Ckm Gunawan Sulaksono, S.K.M., Dandenbekang XXII/II.A Banjarmasin Letkol Cba Dinasti Hari Setiawan, S.Hub.Int., serta perwakilan dari Lanud Sjamsudin Noor, Lanal Banjarmasin, Kodim dan Yonif jajaran Korem 101/Ant.

Kasrem 101/Antasari Kolonel Inf Roy Fakhrul Rozi, S.E., M.I.Pol., mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan pimpinan sekaligus upaya meningkatkan perlindungan bagi personel yang berada di garis depan dalam penanganan Karhutla diwilayah.

“Dukungan ini merupakan bagian penting dalam meningkatkan kesiapan personel di lapangan, khususnya dalam menghadapi kondisi yang membutuhkan perlindungan dan keselamatan selama pelaksanaan tugas,” ujarnya.

Selain dukungan perlengkapan, pemantauan kondisi Karhutla di wilayah Kalimantan Selatan juga terus dilakukan dengan memanfaatkan sistem pemantauan berbasis teknologi. Melalui aplikasi POMS, perkembangan titik-titik indikasi kebakaran dapat dipantau dan diperbarui secara berkala sehingga informasi mengenai kondisi di lapangan dapat menjadi bahan dalam menentukan langkah penanganan.

Kasrem juga menekankan pentingnya memahami perbedaan antara fire spot dan hotspot dalam proses pemantauan. Fire spot merupakan indikasi adanya titik api yang perlu mendapatkan perhatian dan tindak lanjut, sementara informasi hotspot perlu dianalisis berdasarkan data dan kondisi lapangan sebelum ditentukan sebagai kejadian kebakaran.

Di sisi lain, dukungan sarana udara juga menjadi bagian dari upaya pemantauan dan penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Selatan. Dalam beberapa hari terakhir, unsur terkait telah melakukan monitoring terhadap kesiapan dukungan udara, termasuk rencana penggunaan tiga unit helikopter untuk membantu pelaksanaan pemantauan maupun penanganan di lapangan.

Dengan adanya dukungan perlengkapan dari Kementerian Pertahanan RI, pemantauan berbasis teknologi, serta kesiapan sarana pendukung lainnya, diharapkan koordinasi antarunsur dalam menghadapi karhutla di Kalimantan Selatan semakin optimal. (Qi/RL)

Writer: YUDIEditor: RAHMA