REDAKSI LINTAS, BANJAR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui RSUD dr. H. Moch Ansari Saleh Kalsel meluncurkan layanan Kamar Operasi Cito (OK Cito) pada Instalasi Gawat Darurat (IGD) di Banjar, Senin (5/1/2026).
Kehadiran layanan ini diharapkan mampu meningkatkan kecepatan dan mutu penanganan pasien bedah darurat.
Peresmian dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin yang diwakili oleh Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim.
Dalam sambutannya, Muhamad Muslim menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas peningkatan layanan kesehatan di RSUD dr. H. Moch Ansari Saleh melalui peluncuran OK Cito di IGD.
“Hari ini kita sangat bersyukur dan bangga, bahwa pelayanan di RSUD dr. H. Moch Ansari Saleh akan semakin meningkat dengan hadirnya layanan kamar operasi cito di Instalasi Gawat Darurat. Ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam mendorong peningkatan kualitas fasilitas dan sistem pelayanan kesehatan secara berkelanjutan,” ujar Muslim.
Ia menegaskan, RSUD dr. H. Moch Ansari Saleh memiliki peran strategis dalam sistem pelayanan kesehatan daerah, khususnya dalam penanganan kasus kegawatdaruratan.
Oleh karena itu, peningkatan mutu layanan, kecepatan penanganan, dan keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama.
Peluncuran layanan OK Cito di IGD, lanjutnya, diharapkan mampu memisahkan secara lebih efektif penanganan operasi darurat dari antrean operasi elektif. Dengan demikian, pelayanan dapat berjalan lebih tertib, cepat, serta lebih berorientasi pada keselamatan pasien.
“Dengan dioperasikannya layanan OK Cito ini, penanganan kasus-kasus bedah darurat dapat dilakukan lebih cepat dan terintegrasi. Waktu tunggu pasien dari IGD menuju kamar operasi dapat dipersingkat, sekaligus meningkatkan mutu pelayanan dan indikator keselamatan pasien,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan dan jajaran manajemen RSUD dr. H. Moch Ansari Saleh atas dedikasi dan pengabdian dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Sementara itu, Direktur RSUD dr. H. Moch Ansari Saleh Provinsi Kalsel, dr. Tabiun Huda, menjelaskan bahwa saat ini rumah sakit memiliki total delapan kamar operasi, dengan kondisi lima berfungsi baik, satu rusak berat, dan dua rusak ringan.
“Sepanjang tahun 2025, jumlah tindakan operasi mencapai 3.869 pasien, termasuk 988 operasi situ. Beban pelayanan kegawatdaruratan cukup tinggi dan berdampak pada antrean operasi elektif yang bisa mencapai satu hingga dua bulan,” ungkapnya.
Atas dasar kondisi tersebut, RSUD dr. H. Moch Ansari Saleh membuka layanan Kamar Operasi Cito di IGD yang secara khusus diperuntukkan bagi pasien kegawatdaruratan. Layanan ini dibangun dengan dukungan dana SILPA BLUD dengan anggaran sekitar Rp5 miliar.
Dengan hadirnya kamar operasi ini, tindakan bedah yang bersifat mendesak dan darurat dapat dilakukan lebih cepat tanpa mengganggu jadwal operasi elektif yang terencana di instalasi bedah sentral.
“Kami meyakini keberadaan OK Cito ini sangat berharga, karena mampu mempercepat penanganan pasien gawat darurat, mengurangi antrean operasi elektif, serta memastikan terpenuhinya indikator mutu pelayanan, khususnya tindakan operasi situ, seperti pada kasus ibu melahirkan yang harus ditangani kurang dari 30 menit setelah diagnosis ditegakkan,” pungkas dr. Tabiun.
Sebagai rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, RSUD dr. H. Moch Ansari Saleh terus berkomitmen mengembangkan layanan kesehatan yang berkualitas, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien. (MC Kalsel/RL)






