Dispora Kalsel Tambah Sarana Baru, Lapangan Mini Soccer SKB Mulawarman Jadi Ruang Olahraga Sehat Masyarakat

Dispora Kalsel

REDAKSI LINTAS, BANJARMASIN – Komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam menyediakan sarana olahraga yang representatif terus ditunjukkan. Lapangan mini soccer di SKB Mulawarman Banjarmasin yang dikelola Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalsel kini resmi menambah satu lapangan baru, sehingga total tersedia dua lapangan mini soccer yang siap dimanfaatkan masyarakat.

Penambahan fasilitas tersebut disambut antusias, mengingat minat masyarakat terhadap olahraga mini soccer terus meningkat.

Ketua Koordinator Pengelola SKB Mulawarman, Rizal Hamid, menyebutkan bahwa penambahan lapangan ini merupakan capaian penting bagi pengelolaan sarana olahraga di SKB.

“Alhamdulillah, SKB Mulawarman saat ini sudah menambah satu lapangan mini soccer. Awalnya hanya satu lapangan, kemudian pada tahun 2025 kemarin kita kembali melakukan penambahan. Ini merupakan salah satu capaian luar biasa di SKB,” ujar Rizal, Kamis (22/1/2026).

Menurutnya, keberadaan dua lapangan mini soccer ini diharapkan mampu meningkatkan animo masyarakat untuk kembali berolahraga secara rutin, sekaligus mendukung pola hidup sehat di lingkungan perkotaan.

“Melalui fasilitas ini, kita ingin seluruh proses olahraga mini soccer bisa berjalan optimal dan masyarakat semakin terdorong untuk aktif berolahraga,” ungkapnya.

Selain penambahan lapangan, pengelola juga terus melakukan pembenahan fasilitas penunjang demi kenyamanan pengguna.

Rizal menjelaskan, sesuai arahan Seksi Sarana dan Prasarana (Sarpras), berbagai fasilitas terus diperbaiki dan ditingkatkan.

“Beberapa fasilitas yang sudah dibangun di antaranya WC di dekat lapangan voli sebanyak dua unit. Selain itu, WC yang sudah ada juga diperbaiki dan ke depan akan kembali ditambah serta dibenahi, agar masyarakat yang berolahraga di SKB merasa nyaman,” jelasnya.

Dari sisi pengelolaan, SKB Mulawarman menerapkan dua pola pemanfaatan lapangan, yakni pembinaan dan komersial. Pembinaan difokuskan untuk cabang-cabang olahraga, seperti Sekolah Sepak Bola (SSB) maupun klub yang ingin melaksanakan latihan dan fun game mini soccer.

“Untuk operasional lapangan, kita buka dalam tiga kluster waktu, yaitu pukul 07.00–09.00 WITA, kemudian sore pukul 16.00–18.00 WITA, dan malam pukul 19.00–22.00 WITA. Di luar jam itu biasanya lapangan kosong dan kita manfaatkan untuk pemeliharaan,” terangnya.

Pemeliharaan lapangan sendiri ditargetkan dilakukan secara rutin, sekitar satu hingga dua kali dalam sepekan, guna menjaga kualitas rumput dan kenyamanan bermain.

Dalam mendukung transparansi dan kemudahan layanan, mekanisme pemesanan lapangan kini juga dilakukan secara daring. Penyewa cukup menghubungi koordinator atau admin SKB untuk menentukan tanggal dan jam penggunaan, yang kemudian akan dijadwalkan sesuai ketersediaan.

“Dengan sistem ini, kita harapkan pembinaan tetap berjalan, namun target pendapatan juga bisa tercapai,” kata Rizal.

Terkait pembayaran, pengelola SKB telah menerapkan sistem non-tunai melalui QRIS, di mana seluruh pembayaran langsung masuk ke kas daerah. Sementara untuk klub atau komunitas yang masih menggunakan sistem iuran dan belum memiliki QRIS, pengelola tetap melakukan pencatatan, menerbitkan kwitansi, dan menyetorkan hasilnya ke kas daerah melalui Bank Kalsel.

“Target pendapatan asli daerah (PAD) tahun ini tentu kita upayakan lebih meningkat dibandingkan tahun 2025 kemarin, dengan tetap mengedepankan fungsi pembinaan olahraga,” pungkas Rizal. (MC Kalsel/RL)