Diskominfo Kalsel Perkuat Satu Data Indonesia untuk Dukung Kebijakan Pembangunan Tepat Sasaran

Diskominfo Kalsel

BANJARBARU, REDAKSI LINTAS – Diskominfo Kalsel Perkuat Satu Data Indonesia untuk Dukung Kebijakan Pembangunan Tepat SasaranDinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat implementasi Satu Data Indonesia (SDI) sebagai fondasi utama pengambilan kebijakan pembangunan yang akurat, terukur, dan tepat sasaran.

​Kepala Diskominfo Kalsel, Muhamad Muslim, melalui Kepala Seksi Pengelolaan Data Statistik, Muhammad Hidayatullah, menjelaskan bahwa SDI lahir dari kebutuhan pemerintah akan data yang valid dan seragam. Menurutnya, kesamaan data sangat krusial mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi pembangunan.

​”Tanpa data yang sinkron dan valid, kebijakan akan sulit mencapai sasaran yang tepat. Melalui SDI, kami menyatukan persepsi dan standar data di seluruh instansi agar hanya ada satu rujukan tunggal,” ujar Hidayatullah, Banjarbaru, Senin (9/2/2026).

​Ia menambahkan, sebelum SDI diterapkan, perbedaan data antarinstansi untuk indikator yang sama seperti angka kemiskinan atau jumlah penduduk sering menjadi kendala dalam penyusunan kebijakan yang efektif.

Kini, pelaksanaan SDI melibatkan kolaborasi empat aktor utama: Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai pembina data, Bappeda sebagai sekretariat, Diskominfo sebagai Walidata, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai produsen data.

 

​Sebagai Walidata, Diskominfo Kalsel bertanggung jawab mengelola, menyimpan, dan mempublikasikan data agar dapat diakses oleh pembuat kebijakan, akademisi, maupun masyarakat luas.

Salah satu terobosan penting dalam pengelolaan SDI di Kalsel adalah penggunaan portal data berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Fitur ini mampu mengolah dan menganalisis ratusan data terintegrasi antar-OPD untuk membantu pimpinan daerah mengambil keputusan strategis secara cepat dan komprehensif.

​Inovasi tersebut membuahkan hasil positif pada evaluasi SDI tahun 2025. Indeks SDI Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengalami peningkatan signifikan dengan skor 80,5 (kategori Baik). Angka ini menunjukkan kemajuan pesat dibandingkan capaian tahun 2024 serta mencerminkan kemandirian Pemprov Kalsel dalam tata kelola data.

​”Alhamdulillah, capaian indeks kita meningkat signifikan. Ini adalah hasil komitmen kuat bersama,” tambahnya.

​Meski meraih capaian positif, Hidayatullah menekankan bahwa tantangan ke depan masih ada, terutama pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola data.

“Penguatan kapasitas SDM menjadi prioritas kami selanjutnya agar kualitas data semakin berkualitas dan indeks SDI Kalsel terus meningkat,” pungkasnya. (MC Kalsel/RL)

Writer: HERYUEditor: RAHMA