Bupati Labuhanbatu Hadiri Rakor Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Sumatera Utara

Bupati Labuhanbatu

REDAKSI LINTAS, MEDAN – Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG, M.K.M., mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Provinsi Sumatera Utara yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, sebagai bentuk persiapan kunjungan kerja Menteri Dalam Negeri di Aula Raja Inal Siregar, Jalan Diponegoro Medan, Senin (12/1/2026).

Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatera Utara M. Bobby Afif Nasution, S.E., M.M., dan dihadiri Menteri Dalam Negeri M.Tito Karnavian, Wamen PPRA Veronica Tan, para Bupati dan Wali Kota se-Sumut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Letjend TNI Dr Suharyanto, BPBD Provinsi Sumut, serta instansi terkait lainnya.

Kegiatan ini bertujuan untuk menyinergikan langkah dan mempercepat penanganan rehabilitasi serta rekonstruksi daerah-daerah yang terdampak bencana.

Dalam rapat tersebut dibahas berbagai strategi percepatan pemulihan pascabencana, mulai dari perbaikan infrastruktur, pemulihan fasilitas umum dan sosial, hingga dukungan terhadap masyarakat terdampak agar dapat kembali beraktivitas secara normal.

Gubernur Sumatera Utara dalam laporannya menyampaikan, jumlah pengungsi korban banjir dan longsor di Sumut mencapai 3.671 KK dan 13.690 jiwa, ” sedangkan yang terdampak ada 479.325 KK dan 180.482 jiwa, meninggal 375 jiwa, luka-luka 205 jiwa dan hilang 41 jiwa”. Ujarnya.

Dari beberapa Kabupaten seperti Langkat, kota Medan, Serdang Bedagai, Tebingtinggi, Asahan, Nias Utara, Nias Selatan, Tapsel dan Taput terdapat

Kerusakan jalan nasional 23 ruas, Jembatan nasional 4 unit, untuk kerusakan Jalan provinsi ada 25 ruas dan Jembatan 8 unit, imbuhnya.

Dikesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan rapat koordinasi ini adalah sebagian dari agenda pengecekan indikator pemulihan pemerintahan dan kemasyarakatan pasca bencana dan upaya rekapitulasi sarpras terdampak bencana banjir dan longsor di wilayah Provinsi Aceh, Sumut dan Sumbar.

Tito menyampaikan sejauh ini pihaknya telah melakukan peninjauan ke kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh pada 11 Januari lalu, dan memberikan bantuan kepada warga Aceh terdampak banjir,

Dijelaskannya, berdasarkan Keppres nomor 1 Tahun 2026 tentang satgas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana alam di Provinsi Aceh Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang ditempatkan pada tanggal 8 Januari 2026 bertujuan untuk mempercepat pemulihan segala situasi yang dihadapi masyarakat terdampak bencana.” Mari bersama kita berdoa agar masyarakat yang tertumpah musibah ini cepat pulih dari keterpurukan ini” ucapnya.

Kepala BNPB RI Letjend TNI Dr. Suhariyanto, S.Sos, MM, menyebutkan Rencana penanganan akan menggunakan skema desain and build dimana kontraktor mendesign dan melaksanakan konstruksinya sebagai checker dan pengawasan akan dilakukan oleh konsultan manajemen konstruksi, saat ini sudah terkoordinasi dengan DWS, Pemda, BPN dan lain-lain dalam proses desain dan konstruksi.

Di Sumut ada 28.575 rumah dari 18 kabupaten kota yang terkena musibah beberapa waktu lalu, pemerintah sendiri termasuk BNPB telah menyiapkan berbagai bantuan untuk proses pemulihan, seperti pembangunan rumah, hingga bantuan sosial lainnya.

Dikesempatan tersebut Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu untuk mendukung penuh program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana sesuai arahan pemerintah pusat dan provinsi.

Ia menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor agar proses pemulihan dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

“Melalui rakor ini, kami berharap adanya percepatan realisasi program rehabilitasi dan rekonstruksi sehingga masyarakat terdampak bencana dapat segera merasakan manfaatnya,” ujar Bupati Labuhanbatu. (Red/RL)

Writer: JULIPEditor: RAHMA