REDAKSI LINTAS, BANJARBARU – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, menyampaikan ringkasan prediksi curah hujan di wilayah Kalimantan Selatan untuk bulan Februari 2026 yang bersumber dari BMKG Kalimantan Selatan, Rabu (21/1/2026).
Ronny menjelaskan, berdasarkan hasil analisis BMKG, pada Februari 2026 sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan diprakirakan mengalami curah hujan kategori menengah hingga tinggi. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan genangan di wilayah rawan.
“BPBD Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan ringkasan prediksi curah hujan ini sebagai bentuk peringatan dini kepada seluruh pemerintah daerah kabupaten/kota dan masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak cuaca ekstrem,” ujar Ronny, Kamis (22/1/2026).
Ronny memaparkan bahwa status peringatan dini curah hujan dibagi ke dalam beberapa kategori, yaitu Waspada dengan intensitas 150–200 mm per dasarian, Siaga 200–300 mm per dasarian, serta Awas di atas 300 mm per dasarian. Sejumlah kabupaten/kota di Kalimantan Selatan masuk dalam kategori Waspada dan Siaga, sementara tidak terdapat wilayah dengan status Awas.
Ia menegaskan, BPBD Kalsel telah mengoordinasikan langkah-langkah kesiapsiagaan dengan BPBD kabupaten/kota, termasuk pemantauan wilayah rawan, pengecekan sarana prasarana kebencanaan, serta kesiapan personel dan logistik.
“Kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi cuaca dari BMKG dan BPBD, meningkatkan kewaspadaan terutama di daerah bantaran sungai dan lereng perbukitan, serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila terjadi kondisi darurat,” tambahnya.
BPBD Provinsi Kalimantan Selatan berharap, dengan penyampaian informasi prediksi curah hujan ini, upaya mitigasi dan kesiapsiagaan dapat dilakukan lebih dini guna meminimalkan risiko dan dampak bencana selama periode Februari 2026. (MC Kalsel/RL)








