Antisipasi Penyakit Pasca Banjir, Dinkes Kalsel Salurkan Salep dan Vitamin

Dinkes

REDAKSI LINTAS, BANJAR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya membantu masyarakat terdampak banjir, khususnya dalam menjaga kondisi kesehatan warga di sejumlah kabupaten dan kota yang terendam.

Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Diauddin, mengatakan penanganan kesehatan dilakukan melalui sinergi antara Dinkes Provinsi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Kolaborasi ini bertujuan memastikan pelayanan kesehatan tetap menjangkau masyarakat di tengah kondisi banjir yang meluas.

“Jadi kita khususnya Dinkes Provinsi itu bekerja sama dengan Dinkes Kabupaten dan Kota,” ujar Diauddin, Selasa (6/1/2026).

Ia menjelaskan, jenis penyakit yang paling banyak dikeluhkan warga saat banjir adalah penyakit kulit, terutama jamur pada kaki akibat terendam air dalam waktu lama atau (belancat)

“Yang paling banyak itu biasanya belancat, batis belancat. Karena itu obat-obatan yang kita salurkan berupa salep untuk jamur kaki akibat terendam air,” jelasnya.

Selain salep antijamur, Dinkes Kalsel juga menyalurkan vitamin serta obat-obatan lain yang disesuaikan dengan keluhan masyarakat di lapangan. Penyaluran dilakukan beberapa kali melalui kunjungan langsung tim Dinkes Provinsi ke wilayah terdampak.

“Dari Dinkes Provinsi sendiri sudah beberapa kali turun ke lapangan, menyalurkan salep jamur tadi ditambah vitamin,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, Dinkes Kalsel menurunkan dua tim, yakni tim dari Dinas Kesehatan Provinsi secara langsung serta melalui Unit Krisis Kesehatan. Unit Krisis Kesehatan ini telah menjangkau sejumlah wilayah terdampak, seperti Cintapuri dan Sungai Tabuk.

“Unit krisis kita sudah berjalan, sudah keliling-keliling sampai ke Cintapuri dan Sungai Tabuk. Namun karena wilayah terdampak cukup luas, tentunya tidak semua titik bisa dijangkau secara langsung,” ujarnya.

Meski demikian, Diauddin memastikan pelayanan kesehatan tetap tersedia melalui Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan puskesmas yang tersebar di setiap wilayah.

“Di setiap kabupaten dan kota itu pasti ada puskesmas, jadi pelayanan kesehatan tetap berjalan,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat yang berada di wilayah banjir agar tetap waspada terhadap berbagai potensi bahaya. Di antaranya risiko gigitan ular berbisa dan bahaya tersengat listrik.

“Yang pertama hati-hati dengan gigitan ular berbisa, kemudian juga bahaya kesetrum,” imbaunya.

Selain itu, masyarakat diminta menjaga kondisi fisik agar tidak mudah terserang penyakit. “Usahakan sedapat mungkin menjaga kondisi fisik, karena kondisi terendam dan kedinginan itu rawan virus masuk,” pungkas Diauddin. (MC Kalsel/RL)

Writer: HERYUEditor: RAHMA