Batola  

Sekretaris DPRD Batola Hadiri Evaluasi Karhutla, Status Tanggap Darurat Diperpanjang hingga 10 November

Sekretaris DPRD Batola Hadiri Evaluasi Karhutla, Status Tanggap Darurat Diperpanjang hingga 10 November

MARABAHAN, REDAKSILINTAS.COM  – Sekretaris DPRD Kabupaten Barito Kuala, M. Haris Isroyani, S.Sos., menghadiri Rapat Evaluasi dan Tindak Lanjut Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dalam rangka membahas perpanjangan status tanggap darurat karhutla di Kabupaten Barito Kuala, Selasa (3/11/2026).

Rapat tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengevaluasi perkembangan penanganan karhutla sekaligus memperkuat langkah antisipasi terhadap potensi kebakaran susulan.

Dalam rapat tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup menyampaikan bahwa kondisi kualitas udara di Kabupaten Barito Kuala mulai menunjukkan perbaikan. Berdasarkan hasil pemantauan, nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berada di angka 81 atau masuk kategori sedang.

Sementara itu, Dinas Kesehatan melaporkan adanya penurunan jumlah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Dari sebelumnya sekitar 4.000 kasus, kini tercatat sebanyak 2.690 kasus selama periode Oktober hingga saat ini.

Meski kondisi mulai membaik, Plt. Inspektur menyarankan agar status tanggap darurat karhutla diperpanjang hingga 10 November 2026. Pertimbangan tersebut didasarkan pada kondisi kebakaran yang saat ini terbantu oleh tingginya curah hujan, sehingga diperlukan kesiapsiagaan apabila cuaca kembali kering.

Menanggapi hasil evaluasi dan masukan tersebut, Bupati Barito Kuala menyetujui perpanjangan status tanggap darurat karhutla hingga 10 November 2026 sesuai Surat Keputusan (SK) Bupati yang telah ditetapkan.

Kehadiran Sekretaris DPRD M. Haris Isroyani dalam rapat tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap koordinasi lintas perangkat daerah dalam penanganan karhutla di Kabupaten Barito Kuala.

Melalui evaluasi ini, diharapkan seluruh pihak terus meningkatkan koordinasi, kewaspadaan, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran susulan. Upaya tersebut juga penting untuk menjaga kualitas lingkungan, melindungi kesehatan, serta menjamin keselamatan masyarakat Kabupaten Barito Kuala. (Hy/RL)

Writer: HERYUEditor: RAHMA