BANJARBARU, REDAKSILINTAS.COM — Penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kota Banjarbaru terus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat dan jajaran pimpinan tertinggi TNI-Polri.
Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, S.IP., M.H., bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Kristomei Sianturi, melakukan kunjungan kerja langsung ke lokasi karhutla di kawasan Jalan Lingkar Utara, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Senin (19/10).
Peninjauan strategis di lapangan tersebut didampingi langsung oleh Gubernur Kalsel, H. Muhidin, Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, S.AP., M.Sc., Kapolda Kalsel, Irjen. Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, serta Danrem 101/Antasari, Brigjen TNI Ilham Yunus, S.Sos., M.Si.
Usai meninjau titik-titik api dan pembasahan lahan gambut, Kepala BNPB, Letjen TNI Kristomei Sianturi, menegaskan bahwa kunci utama keberhasilan pemadaman karhutla adalah kecepatan merespons dan ketepatan inventarisasi kebutuhan di lapangan.
“Menginventarisir kebutuhan-kebutuhan apa yang pas di lapangan, sehingga api ini bisa dipadamkan dengan segera. Ingat, hitungannya adalah waktu. Jam per jam, menit per menit kita harus segera merespons, jangan sampai api itu semakin meluas yang nantinya membutuhkan pengorbanan lebih lama lagi,” tegas Letjen TNI Kristomei Sianturi.
Perwira tinggi militer yang baru dilantik sebagai Kepala BNPB ini menggarisbawahi bahwa penanganan karhutla tidak dapat dilakukan secara parsial. Perlu adanya konsolidasi dan kolaborasi rapat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, unsur swasta, hingga kelompok relawan masyarakat.
Sebagai langkah konkret mempercepat pemadaman, BNPB akan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi rekayasa cuaca terbaru, seperti penerapan dry ice guna memecah kabut asap tebal dan memicu presipitasi. Teknologi ini diharapkan mempermudah pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam memicu hujan buatan secara optimal di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
“Kita memanfaatkan teknologi rekayasa dry ice untuk membuka kabut asap sehingga terjadi presipitasi dan memicu semburan hujan. Kemarin di Sumatera Selatan sudah kita terapkan, dan saat ini di Kalimantan akan kita coba lagi agar hujan turun merata di Kalteng maupun Kalsel,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, yang turut mendampingi peninjauan menyuarakan aspirasi daerah terkait pemerataan Bantuan Presiden (Banpres) penanganan karhutla. Pemprov Kalsel telah mengajukan pendorongan bantuan logistik dan operasional tambahan kepada BNPB serta Kementerian Kehutanan bagi kabupaten/kota yang belum tercover banpres, guna memperkuat armada pemadaman di area gambut rawan terbakar. (HY/RL)






