Tekan Inflasi dan Jaga Daya Beli, Pemprov Kalsel Gelar Gerakan Pangan Murah

Pemprov Kalsel Gelar Gerakan Pangan Murah

BANJARBARU, REDAKSI LINTAS – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalimantan Selatan kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kios Pangan DPKP Kalsel, Banjarbaru, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah kali ini berkolaborasi dengan Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan guna memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat dan memperkuat upaya pengendalian inflasi pangan di daerah.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman, mengatakan bahwa program Gerakan Pangan Murah dilaksanakan secara rutin hampir setiap bulan sesuai arahan Gubernur Kalimantan Selatan bersama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan.

“Gerakan Pangan Murah ini kami lakukan secara rutin, hampir setiap bulan. Hari ini kami bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan untuk menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, DPKP Kalsel menyediakan berbagai komoditas pangan strategis, di antaranya setengah ton beras SPHP, setengah ton gula pasir, dan 1.000 liter minyak goreng. Selain itu, masyarakat juga dapat membeli telur ayam, bawang merah, bawang putih, serta berbagai produk UMKM pangan lokal.

Sejumlah komoditas dijual dengan harga yang telah mendapatkan subsidi dari pemerintah daerah. Beras SPHP yang di pasaran dijual sekitar Rp59 ribu per kemasan tersedia dengan harga Rp55 ribu. Gula pasir yang biasanya mencapai Rp18.500 per kilogram dijual Rp15 ribu per kilogram, sedangkan minyak goreng dipasarkan dengan harga Rp15 ribu per liter.

Sementara itu, bawang merah dan bawang putih dijual dalam paket hemat seharga Rp40 ribu dari harga normal sekitar Rp43 ribu. Telur ayam juga dijual dengan harga Rp23 ribu per rak, lebih rendah dibanding harga pasar yang berkisar Rp25 ribu per rak.

Syamsir menjelaskan, pemerintah menerapkan mekanisme pembelian yang bertujuan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh masyarakat untuk mendapatkan komoditas yang tersedia. Setiap warga diperbolehkan melakukan pembelian satu kali terlebih dahulu sebelum kembali membeli apabila stok masih tersedia.

“Kami ingin semua masyarakat bisa merasakan manfaat Gerakan Pangan Murah ini. Karena pada beberapa kegiatan sebelumnya masih ada warga yang tidak kebagian akibat tingginya antusiasme masyarakat,” katanya.

Menurutnya, tingginya minat masyarakat menunjukkan bahwa program Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu instrumen penting dalam membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika harga pangan.

Ke depan, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah tidak hanya dilakukan di Banjarbaru sebagai ibu kota provinsi, tetapi juga akan terus diperluas ke berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan Tim Penggerak PKK setempat.

“Ke depan kegiatan ini akan terus dilaksanakan di berbagai daerah agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat dan dapat membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi pangan,” pungkasnya.

Melalui Gerakan Pangan Murah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap stabilitas harga pangan tetap terjaga, masyarakat memperoleh akses pangan yang terjangkau, serta upaya pengendalian inflasi daerah dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan. (RL)

Writer: YUDIEditor: RAHMA