Proyek Sanitasi SD Negeri 19 Bilah Barat Diduga Menyimpang dari Bestek

SD Negeri 19 Bilah Barat

LABUHANBATU, REDAKSI LINTAS – Pekerjaan proyek pembangunan sanitasi dan toilet di SD Negeri 19 Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu, menuai sorotan. Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Labuhanbatu Tahun Anggaran 2025 itu diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis (bestek).

Berdasarkan hasil penelusuran di lokasi, bangunan sanitasi dan toilet tersebut telah selesai dikerjakan dengan nilai anggaran sekitar Rp90 juta. Namun, ditemukan kejanggalan pada pemasangan Roof Tank atau tangki air yang ditempatkan di bawah bangunan.

Padahal, sesuai spesifikasi pekerjaan, tangki air seharusnya dipasang di bagian atas bangunan agar distribusi air dapat berjalan optimal.

“Inikan aneh, tangki air dipasang di bawah bangunan toilet. Kami hanya penjaga sekolah, jadi tidak tahu soal teknisnya,” ujar salah seorang penjaga sekolah di SD Negeri 19 Bilah Barat.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 19 Bilah Barat, Teri Wati, menilai pembangunan sanitasi tersebut belum memberi manfaat maksimal karena belum tersedia sumber air bersih.

“Percuma bangunan sudah ada kalau airnya tidak tersedia. Di sekitar sekolah ini memang sulit air, dan tidak ada pembangunan sumur bor. Jadi airnya dari mana?” ungkapnya.

Hasil penelusuran di Kecamatan Bilah Barat menunjukkan sedikitnya terdapat lima paket proyek pembangunan sanitasi dan toilet di sejumlah sekolah pada tahun anggaran yang sama, dengan nilai anggaran bervariasi antara Rp90 juta hingga Rp150 juta per paket, termasuk beberapa proyek yang seharusnya dilengkapi fasilitas sumur bor.

Selain itu, sejumlah proyek sanitasi di wilayah tersebut juga disebut tidak memasang papan informasi proyek sebagaimana mestinya, sehingga mempersulit masyarakat untuk mengetahui detail pekerjaan, nilai anggaran, serta pelaksana kegiatan.

Ironisnya, beberapa bangunan sanitasi yang telah selesai dibangun disebut belum memiliki sumber air bersih, sehingga fasilitas tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pihak sekolah.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait mengenai persoalan tersebut, termasuk terkait tanggung jawab penyediaan sumber air bersih pada bangunan sanitasi sekolah. (julip effendi)

Writer: JulipEditor: RAHMA