TANJUNG JABUNG BARAT, REDAKSI LINTAS – Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan (Dishut Kalsel) terus memperkuat strategi implementasi Program BioCarbon Fund Initiative for Sustainable Forest Landscapes (BioCF ISFL) melalui pengembangan komoditas hasil hutan bukan kayu (HHBK). Salah satu langkah konkret dilakukan dengan melaksanakan studi tiru budidaya Pinang Betara di Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, Fathimatuzzahra didampingi jajaran Kelompok Kerja (Pokja) REDD+ Kalimantan Selatan, pejabat struktural Dishut Kalsel, serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan.
Fokus utama kunjungan ini adalah mempelajari secara langsung teknik penangkaran varietas Pinang Betara yang telah ditetapkan sebagai varietas unggul nasional. Dalam kesempatan tersebut, rombongan memperoleh penjelasan terkait karakteristik tanaman pinang di wilayah Jambi serta pola budidaya yang optimal, termasuk pengaturan jarak tanam ideal 3×3 meter untuk meningkatkan produktivitas.
“Di Kalimantan Selatan, pengembangan tanaman pinang telah mulai dilaksanakan di sejumlah kabupaten melalui program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) serta skema Perhutanan Sosial. Namun demikian, pengelolaannya masih memerlukan penguatan aspek teknis agar dapat berkembang menjadi komoditas HHBK unggulan yang bernilai ekonomi tinggi dan berkelanjutan,” kata Fathimatuzzahra, Rabu (11/2/2026).
Melalui kunjungan ke Provinsi Jambi ini, diharapkan jajaran Pokja REDD+ Dishut Kalsel dapat mengidentifikasi potensi pemilihan varietas bibit unggul, integrasi pengembangan pinang di lahan gambut, serta membangun jejaring pasar domestik dan internasional untuk biji pinang kering.
“Dengan demikian, masyarakat sekitar hutan memperoleh insentif ekonomi sebagai wujud penguatan komunitas HHBK yang berkelanjutan,” pungkas Fathimatuzzahra. (MC Kalsel/RL)






