Komitmen Penanganan Banjir, Baznas Bekasi Distribusi 7000 Karung dan Bambu

Baznas

REDAKSI LINTAS, BEKASI — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bekasi kembali menunjukkan komitmennya dalam penanganan bencana. Saat Kabupaten Bekasi dilanda banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Citarum, BAZNAS Kabupaten Bekasi bergerak cepat dan berada di garda terdepan membantu masyarakat terdampak.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Bekasi, Dr. H. Royani, MA, pada Selasa (20/1/2026). Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari respons cepat BAZNAS Kabupaten Bekasi dalam meringankan beban warga yang terdampak bencana banjir, yang telah mengganggu aktivitas dan kehidupan sehari-hari masyarakat.

“BAZNAS Kabupaten Bekasi berupaya hadir dan bergerak cepat membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam kondisi darurat akibat bencana alam,” ujar Royani.

Kegiatan penyaluran bantuan dipusatkan di Kecamatan Muaragembong dan dilaksanakan secara bersamaan dengan kegiatan Kapolres Bekasi yang turut turun langsung membantu masyarakat terdampak banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Citarum.

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Bekasi mendistribusikan sebanyak 7.000 karung untuk penanganan darurat tanggul jebol, dengan rincian:
3.000 karung untuk Kecamatan Muaragembong
2.000 karung untuk Kecamatan Cabangbungin
2.000 karung untuk Kecamatan Pebayuran

Selain karung, BAZNAS Kabupaten Bekasi juga menyalurkan 400 batang bambu sebagai penunjang penguatan tanggul, dengan rincian:
200 batang bambu untuk Kecamatan Muaragembong
200 batang bambu untuk Kecamatan Pebayuran

Penyerahan simbolis 200 batang bambu di Kecamatan Muaragembong diterima langsung oleh Wahyudi, Kepala Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Bambu tersebut akan digunakan sebagai persiapan penanganan tanggul jebol di wilayah terdampak.

Sinergi antara BAZNAS Kabupaten Bekasi, aparat kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat penanggulangan bencana serta meminimalkan risiko dan dampak lanjutan bagi warga. (Jay/RL)

Writer: JayEditor: RAHMA