2.026 Warga Serentak Minum Kopi Khop di Meulaboh, Target Rekor MURI Melampaui Ekspektasi hingga Rekor Dunia

2.026 Warga Serentak Minum Kopi Khop di Meulaboh, Target Rekor MURI Melampaui Ekspektasi hingga Rekor Dunia

MEULABOH, REDAKSILINTAS.COM – Ribuan warga memadati Lapangan Teuku Umar, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Minggu (11/10/2026), untuk mengikuti kegiatan Jep Kuphi Khop yang melibatkan 2.026 peserta. Dalam kegiatan tersebut, warga menikmati kopi khop secara serentak sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-438 Kota Meulaboh.

Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Aceh Barat ini semula ditargetkan untuk mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Namun, tradisi minum kopi khas Meulaboh tersebut dinyatakan layak menyandang rekor dunia untuk sajian kopi khop terbanyak, sebagaimana disampaikan pihak MURI di lokasi acara.

Mengusung tema “Aceh Barat Meusahoe Tapuwoe Budaya Bangsa”, kegiatan ini diikuti masyarakat, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Partisipasi lintas elemen tersebut menjadi salah satu daya tarik dalam rangkaian perayaan HUT ke-438 Meulaboh.

Dari Target Rekor MURI Menuju Rekor Dunia

Direktur Operasional MURI, Awan Rahargo, menyampaikan bahwa tradisi kopi khop memiliki keunikan yang layak diperkenalkan secara lebih luas. Menurutnya, penyajian kopi menggunakan gelas terbalik di atas piring kecil merupakan tradisi khas Meulaboh yang memiliki karakteristik tersendiri.

Atas capaian tersebut, piagam dan medali penghargaan diserahkan kepada Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP., MM., dan Wakil Bupati Said Fadheil pada penghujung rangkaian kegiatan.

Pencapaian ini menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Barat untuk memperkenalkan kopi khop sebagai warisan kuliner sekaligus identitas budaya daerah yang berpotensi menarik perhatian wisatawan dari berbagai wilayah.

Bupati Tarmizi: Kopi Khop Jadi Kado HUT ke-438 Meulaboh

Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP., MM., bersama Wakil Bupati Said Fadheil turut menikmati kopi khop bersama masyarakat dalam kegiatan tersebut.

Tarmizi mengatakan, jumlah peserta sebanyak 2.026 orang disesuaikan dengan tahun penyelenggaraan, yakni 2026. Panitia juga menyiapkan sajian kopi dalam jumlah lebih banyak untuk mengantisipasi tingginya antusiasme peserta, termasuk warga yang ingin menikmati kopi lebih dari satu kali.

Menurut Tarmizi, kegiatan Jep Kuphi Khop bukan sekadar upaya mencatatkan prestasi, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya dan kuliner Aceh Barat kepada masyarakat Indonesia hingga dunia internasional.

Ia berharap kopi khop semakin dikenal luas dan mampu menjadi daya tarik wisata yang mendorong masyarakat berkunjung ke Meulaboh.

Tarmizi juga mengingatkan masyarakat agar tetap bijak dalam mengonsumsi kopi dengan memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing.

“Jep Kuphi Khop ini menjadi kado untuk HUT ke-438 Meulaboh. Antusiasme masyarakat dan seluruh OPD luar biasa. Kita berharap kopi khop semakin dikenal, sehingga orang dari berbagai daerah bahkan mancanegara tertarik datang ke Aceh Barat,” demikian pesan yang disampaikan dalam semangat kegiatan tersebut.

Kadinkes: Keberhasilan Rekor Lahir dari Kolaborasi

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Barat sekaligus penanggung jawab kegiatan Jep Kuphi Khop, Evi Darni, S.Kep., MKM., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan acara.

Ia menjelaskan, penataan peserta dilakukan secara khusus dengan mengikuti tali pembatas yang membentuk angka 438, sebagai simbol usia Kota Meulaboh.

Evi memberikan apresiasi kepada EO Atatanyoe, para penanggung jawab masing-masing angka, serta Dinas Pendidikan yang berperan dalam persiapan dan pelaksanaan kegiatan.

“Tanpa kolaborasi tiga pihak ini, tidak mungkin rekor ini terpecahkan. Persiapan berlangsung sampai tengah malam, kemudian dilanjutkan sejak subuh dengan memanaskan air. Ini kolaborasi yang luar biasa,” ujar Evi Darni.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada tujuh warung kopi yang mendukung penyediaan kopi dalam kegiatan tersebut, yakni Sharhan Kopi, Leman Cafe, Meulaboh Premium, Sunset Cafe, Xello Coffee, Batu Putih Cafe, dan Zeehan Kuliner.

“Tanpa tujuh warung kopi ini, mustahil rekor ini terpecahkan,” katanya.

Kopi Khop, Warisan Kuliner Khas Meulaboh

Kopi khop merupakan salah satu warisan kuliner khas Meulaboh yang memiliki cara penyajian unik. Kopi disajikan dalam gelas yang diletakkan terbalik di atas piring kecil, kemudian dinikmati dengan menyeruput kopi melalui celah antara bibir gelas dan piring.

Tradisi ini berkembang di kawasan pesisir dan kerap dikaitkan dengan kebiasaan masyarakat nelayan. Kopi khop juga lekat dengan kisah sejarah dan semangat perjuangan Teuku Umar melalui ikrar yang dikenal masyarakat setempat:

“Beungoh singoh geutanyoe jep kupi di keudee Meulaboh atawa ulon akan syahid.”

Melalui kegiatan Jep Kuphi Khop, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap tradisi tersebut tidak hanya bertahan sebagai kebiasaan masyarakat lokal, tetapi juga berkembang menjadi ikon wisata dan kebanggaan budaya daerah.

Pencapaian rekor dunia ini diharapkan menjadi langkah penting untuk memperluas pengenalan kopi khop, menggerakkan sektor pariwisata, serta memperkuat identitas budaya Aceh Barat di tingkat nasional dan internasional.

Semangat tersebut sejalan dengan tema perayaan HUT ke-438 Meulaboh, “Aceh Barat Meusahoe Tapuwoe Budaya Bangsa”, yang menegaskan pentingnya menjaga, merawat, dan memperkenalkan warisan budaya kepada generasi mendatang. (Muhibbul/RL)

Writer: MuhibbulEditor: RAHMA